News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanggal 23 Desember 2025 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Peringatan Penting

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kalender 23 Desember 2025 - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Selasa (23/12/2025). Tanggal 23 Desember 2025 bukan sekadar hari biasa menjelang perayaan Natal dan akhir tahun. Terdapat 3 peringatan penting.

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 23 Desember 2025 bukan sekadar hari biasa menjelang perayaan Natal dan akhir tahun.

Di balik suasana liburan, tanggal ini menyimpan beragam peringatan penting.

Setidaknya ada tiga momen yang diperingati pada tanggal ini, mulai dari perjuangan panjang di bidang kesehatan dan kependudukan di Indonesia, tradisi budaya populer yang menghangatkan suasana liburan, hingga perayaan global yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Peringatan pertama adalah Hari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), yang menandai berdirinya PKBI pada 23 Desember 1957. 

Momentum ini menjadi simbol awal perjuangan gerakan keluarga berencana di Indonesia untuk meningkatkan kesehatan reproduksi, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta membangun keluarga yang bertanggung jawab dan sejahtera.

Selain itu, tanggal 23 Desember juga dikenal sebagai National Christmas Movie Marathon Day atau Hari Maraton Film Natal Nasional. 

Peringatan ini mengajak masyarakat untuk menikmati film-film bertema Natal secara beruntun sebagai bagian dari tradisi liburan.

Peringatan ketiga adalah HumanLight, sebuah perayaan humanis yang menekankan nilai kemanusiaan, rasionalitas, dan perdamaian. 

3 Peringatan Penting pada Tanggal 23 Desember 2025

1. Hari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)

Baca juga: Tanggal 23 Desember Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HumanLight Day

Tanggal 23 Desember memiliki arti historis bagi dunia kesehatan dan sosial di Indonesia. 

Pada tanggal inilah, tahun 1957, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) resmi berdiri. 

Organisasi ini lahir dari kegelisahan sekelompok tokoh masyarakat dan tenaga medis yang melihat persoalan kependudukan sebagai ancaman nyata bagi masa depan bangsa, khususnya tingginya angka kematian ibu dan bayi, dikutip dari pkbi.or.id.

Pada era pascakemerdekaan, gagasan keluarga berencana bukanlah hal yang mudah diterima. 

Banyak pihak memandangnya sebagai bentuk pembatasan kebebasan, bahkan dianggap bertentangan dengan semangat membangun bangsa yang besar dan berpenduduk banyak.

Kehamilan dan persalinan kala itu lebih sering diposisikan sebagai kewajiban perempuan, tanpa mempertimbangkan risiko kesehatan yang harus mereka hadapi.

Kesadaran akan pentingnya pengaturan kelahiran mulai tumbuh dari diskusi lintas negara dan keilmuan. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini