News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penguatan Keamanan Objek Vital Nasional Perlu Ditingkatkan di Tengah Ancaman Siber

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Exercise ISPS Manuvra sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan fasilitas pelabuhan dan objek vital nasional. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 17–18 Desember 2025, dan diasistensi oleh RSO PTK.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Integrated Terminal Manggis melaksanakan Exercise ISPS Manuvra sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan fasilitas pelabuhan dan objek vital nasional.

Exercise ISPS Manuvra ini mengusung uji coba skenario pengoperasian drone pada area terbatas serta ancaman sabotase, yang dirancang untuk menguji kesiapsiagaan personel, efektivitas prosedur keamanan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan sesuai dengan penerapan ISPS Code.

Dalam pembukaan acara, perwakilan Recognized Security Organization PT Pertamina Trans Kontinental (RSO PTK), Capt. Ramses Butarbutar menegaskan pentingnya pelaksanaan latihan keamanan secara berkala dan terukur.

“Exercise ISPS Manuvra ini merupakan sarana penting untuk menguji efektivitas sistem keamanan yang telah diterapkan, sekaligus memastikan seluruh personel memahami peran dan tanggung jawabnya,” kata Capt. Ramses, Selasa (23/12/2025).

“Ancaman keamanan saat ini semakin kompleks, termasuk penggunaan teknologi seperti drone, sehingga kesiapsiagaan dan koordinasi menjadi kunci utama,” sambungnya.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan refreshment ISPS Code yang disampaikan oleh perwakilan RSO PTK, Ekky Saputra. 

Sesi ini bertujuan untuk menyegarkan pemahaman personel mengenai kebijakan, prosedur, serta mekanisme respon terhadap potensi ancaman keamanan di lingkungan terminal. 

Serta dalam kesempatan ini dilakukan juga Gladikotor Pembahasan Skenario ‘Pengoperasian Drone Pada Area Terbatas serta Ancaman Sabotase’.

Selanjutnya, dilaksanakan Gelar Exercise Manuvra Integrated Terminal Manggis yang berlokasi di Jetty 2. 

Dalam simulasi tersebut, peserta latihan diuji dalam mendeteksi, melaporkan, serta menangani potensi gangguan keamanan akibat aktivitas drone ilegal yang dilakukan dari pihak asing dan indikasi sabotase terhadap fasilitas terminal.

Hal ini tentu tetap mengedepankan aspek keselamatan, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang tepat dari jajaran Petugas Security IT Manggis dibantu juga oleh stakeholder terkait.

Integrated Terminal Manager Manggis, Jon Kenedi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen manajemen dalam menjaga keandalan operasional dan keamanan terminal.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh aktivitas operasional di Integrated Terminal Manggis berjalan dengan aman dan andal. Melalui Exercise ISPS Manuvra ini, kami dapat menguji kesiapan personel serta memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder terkait dalam menghadapi potensi ancaman keamanan,” ungkap Jon Kenedi.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Semuel Dillak dari KSOP Kelas IV Padangbai serta dihadiri juga oleh Kapolsek Manggis, I Made Suadnyana. 

Selain itu, unsur TNI AL, Koramil, dan Polairud turut hadir sebagai observer guna memastikan kesesuaian pelaksanaan latihan dengan ketentuan keamanan wilayah perairan dan penilaian terkait jaringan komunikasi yang efektiv dan effisien.

Baca juga: Kabaharkam Polri Akui Ancaman Siber Jadi Tantangan Baru Pengamanan Objek Vital Nasional

Exercise ISPS Manuvra ditutup dengan sesi evaluasi bersama dan penyampaian rekomendasi perbaikan, yang akan menjadi dasar penguatan sistem dan prosedur keamanan di Integrated Terminal Manggis ke depan, sejalan dengan upaya PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keamanan dan kelancaran distribusi energi nasional.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini