News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Prokontra MBG Saat Libur Sekolah, Kepala BGN Beri Penjelasan

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Ia buka suara terkait pro kontra pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa libur sekolah.

Ringkasan Berita:

  • Program MBG diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sejak 6 Januari 2025 untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui.
  • Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan saat libur sekolah program tetap berjalan, dengan prioritas utama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (Kelompok B3) karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang tidak bisa ditunda.
  • Untuk anak sekolah, pelaksanaan MBG saat liburan bersifat opsional, menyesuaikan kondisi teknis dan aktivitas keluarga.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara terkait pro kontra pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masa libur sekolah.

MBG merupakan program nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui, diluncurkan pertama kali pada 6 Januari 2025.

Ia menegaskan, pelaksanaan MBG di masa sekolah ini memprioritaskan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3).

Kelompok ini dinilai krusial karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa emas dan tidak dapat ditunda.

Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian penting dan tidak boleh terputus.

“Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek, dan kita harus menjaga golden time ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis (25/12).

Sementara untuk anak sekolah, program MBG masa liburan ini bersifat opsional, menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat.

“Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” jelas Dadan.

Ia memastikan pelaksanaan MBG masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025.

Memasuki tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.

Pada 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, SDM, serta penguatan standar keamanan pangan.

Tuai kritik

Pelaksanaan Program andalan Presiden Prabowo Subianto saat libur sekolah ini mendapat kritik dari publik.

Salah satunya datang dari Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris.

Ia mempertanyakan efektivitas kebijakan ini.

Menurut Charles, distribusi makanan kering dan produk olahan selama libur berisiko menyimpang dari tujuan program, yaitu memperbaiki status gizi anak. 

Selain itu, aturan ini hanya untuk menghabiskan sisa anggaran, dan menyarankan agar anggaran tersebut bisa dialihkan untuk bantuan korban banjir atau penguatan fasilitas kesehatan dan penanganan stunting. 

Charles meminta pemerintah meninjau kembali pelaksanaan MBG di masa liburan ini sambil mengedukasi orang tua tetap bisa menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak di rumah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini