TRIBUNNEWS.COM - Tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat menarik bagi pengamat langit.
Sepanjang tahun, berbagai fenomena astronomi langka akan muncul dan dapat disaksikan dengan mata telanjang.
Informasi ini dirangkum dari laporan Space.com, yang mencatat sedikitnya 15 peristiwa langit penting sepanjang 2026.
1. Jupiter pada posisi oposisi – 10 Januari 2026
Jupiter akan tampak sangat terang karena berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi.
Menurut Space.com, momen oposisi adalah waktu terbaik untuk mengamati planet raksasa ini sepanjang malam.
2. Gerhana bulan total “blood moon” – 2–3 Maret 2026
Bulan Purnama akan berubah warna menjadi merah selama sekitar 58 menit.
Space.com melaporkan, gerhana ini bisa disaksikan dari Amerika Utara, Asia Timur, Australia, dan kawasan Pasifik.
3. Konjungsi Bulan, Pleiades, dan Venus – 19 April 2026
Setelah matahari terbenam, Bulan akan tampak berdekatan dengan gugus bintang Pleiades dan planet Venus.
Fenomena ini menjadi salah satu pemandangan paling indah di langit senja.
Baca juga: Fenomena Musim Dingin di Negeri Gurun: Salju Kembali Turun di Arab Saudi
4. Hujan meteor Eta Aquarid – 5–6 Mei 2026
Hujan meteor ini berasal dari sisa debu Komet Halley.
Menurut Space.com, pengamat dapat melihat hingga 50 meteor per jam, terutama dari Belahan Bumi Selatan.
5. Konjungsi Jupiter, Venus, dan Merkurius – 9 Juni 2026
Tiga planet terang akan terlihat berdekatan di langit barat setelah matahari terbenam.
Peristiwa ini relatif jarang dan mudah dikenali tanpa alat bantu.
6. Gerhana matahari total – 12 Agustus 2026
Ini menjadi sorotan utama tahun 2026. Space.com menyebut gerhana ini sebagai gerhana matahari total pertama yang melintasi daratan utama Eropa sejak 1999, terutama terlihat dari Islandia dan Spanyol.
7. Hujan meteor Perseid – 12–13 Agustus 2026
Hanya beberapa jam setelah gerhana matahari, hujan meteor Perseid mencapai puncaknya.
Baca tanpa iklan