TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai kerukunan beragama di Indonesia saat memberikan sambutan dalam puncak Perayaan Natal 2025 yang digelar di Tenis Indoor Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2025).
Prabowo menyatakan, perayaan Natal tersebut membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang rukun dan harmonis.
Ia juga mengaku bangga dengan pemimpin terdahulu, yaitu Presiden ke-1 RI Soekarno atau Bung Karno yang menunjuk seorang arsitek Nasrani untuk membuat Masjid Istiqlal.
"Saya sangat bangga dengan contoh pemimpin-pemimpin kita. Bung Karno, dia membuat masjid terbesar Republik Indonesia, Masjid Istiqlal, arsiteknya dia tunjuk orang Nasrani. Orang Nasrani yang jadi arsitek Masjid Istiqlal. Di mana ada seperti ini?" kata Prabowo.
Prabowo kemudian bercerita bahwa dirinya membangun masjid di Hambalang, dan arsiteknya adalah orang Katolik.
"Saya saya bangun masjid gak terlalu besar di Hambalang. Arsiteknya dan yang bangun orang Katolik, kehormatan bagi saya," ungkapnya.
Ketika dirinya membina orkestra filharmonik, ucap Prabowo, seluruh anggotanya juga beragama Nasrani.
Orkestra itu tidak segan-segan melantunkan selawat badar saat Hari Raya Idulfitri.
"Luar biasa. Luar biasa. Orang Kristen memainkan selawat. Ini apa ya? membuat hati saya merasa hangat," ucapnya.
Baca juga: Prabowo: Bangsa Indonesia Sekarang Sudah Swasembada Beras
Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama ini terdapat perkataan atau sikapnya yang menyinggung perasaan pihak tertentu.
“Sebagai penutup, saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, kalau ada kata-kata saya yang salah atau menyinggung perasaan siapa pun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, niat dirinya bersama jajaran pemerintah semata-mata untuk bekerja demi kepentingan rakyat Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan.
“Niat saya dan niat pembantu-pembantu saya tidak ada lain. Kami bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menyinggung upaya pemerintah dalam mengurangi penderitaan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Kami bekerja keras mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat kita, apalagi sekarang di daerah-daerah bencana,” lanjut Prabowo.
Baca tanpa iklan