"Bapak-bapak (kubu Jokowi) itu sudah menjerit-jerit, 'nggak boleh pegang, nggak boleh pegang'," ucap Elida.
Saat situasi sedikit buyar, Elida mencari celah untuk menyentuh ijazah Jokowi, dan berhasil.
Ia menekankan bahwa ijazah Jokowi yang ditunjukkan pada gelar perkara khusus itu merupakan ijazah asli dan mirip seperti foto ijazah yang diunggah oleh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama di media sosial.
Elida menegaskan bahwa terdapat emboss (kertas timbul) dan watermark UGM pada ijazah Jokowi itu.
Elida juga mengaku ada tersangka yang juga senada dengan pernyataannya itu.
"Saya masuk dalam ininya, langsung saya pegang, spontan saya pegang. Karena tadi saya lihat orang pada megang, saya ikut megang. Saya sundul dengan jari saya. Sebelum saya masuk dibilangin kalau nggak salah 'mungkin ada watermark' tapi saya nggak mau nyebutkan nama di sini. Yang tersangka juga yang ngomong, 'ada watermark-nya' katanya," ujar Elida.
"Baru saya lihat. Eh, benar ada. Saya lihat lagi embossnya ada. Yang jelas ijazah itu asli. Asli ijazah. Jadi begitu semua lihat, saya spontanitas pegang. Saya lihat watermark-nya ada dan saya lihat itu memang ijazah asli dari fotokopi yang beredar selama ini," lanjutnya.
Jokowi sempat memberikan tanggapan terkait pernyataan Elida Netti yang mengakui bahwa ijazahnya asli.
Jokowi menegaskan kepada Elida Netti dan Eggi Sudjana bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya memang asli, tidak palsu.
"Ya memang asli, bagaimana sih? Memang asli. Artinya memang asli," kata Jokowi sambil tertawa, dikutip dari tayangan kanal YouTube TribunSolo.com, Rabu (24/12/2025).
(Tribunnews.com/Rakli) (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)
Baca tanpa iklan