News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komika Pandji Pragiwaksono

Membedah 3 Cara Gibran Balas Kritik Pedas dari Komika Pandji Pragiwaksono

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KTT G20 - Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat menyampaikan pidato pada sesi kedua KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025) waktu setempat. Pengamat politik Adi Prayitno membedah cara Gibran membalas kritik atas materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikritik tajam oleh komika Pandji Pragiwaksono melalui stand up comedy show bertajuk Mens Rea yang tayang di platform Netflix sejak akhir Desember 2025. 

Dalam Mens Rea, Pandji mempertanyakan kualitas Gibran sebagai pemimpin. "Presidennya maafin koruptor. Wapresnya Gibran," kata Pandji.

Tidak hanya itu, Pandji menyindir penampilan Gibran dengan menyebutnya memiliki “mata ngantuk”.

"Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran, ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia," katanya.

KOMIKA PANDJI PRAGIWAKSONO - Komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, 30 Agustus 2025.  (Instagram/pandji.pragiwaksono/farid_efte)

Cara Gibran membalas kritik

Setelah mendapat sindiran dan kritik dari Pandji, Gibran tidak diam saja. Dia membalasnya dengan caranya.

Pengamat politik Adi Prayitno dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta membedah cara Gibran membalas kritik dan melakukan komunikasi politiknya. Menurut dia, setidaknya ada tiga hal yang dilakukan Gibran.

Pertama, beberapa hari lalu Gibran menggunakan backsound lagu Melayu untuk membuat konten tentang kunjungan kerja ke Doss Guava XR Studio. Lagu itu pernah dinyanyikan oleh Pandji.

Adi mengatakan publik menganggap konten itu merupakan cara Gibran merespons kritik Pandji.

“Pesan politiknya sederhana. Sepertinya Gibran itu tidak baper. Gibran itu biasa-biasa saja dengan kritikan-kritikan semacam itu karena seorang pejabat publik kalau ada kritik, kalau ada serangan, bahkan bully-bully-an, adalah hal yang biasa,” ujar Adi dalam video yang tayang di kanal YouTube miliknya, Jumat, (9/1/2026).

Dia berkata Gibran seperti ingin mengatakan bahwa kritik-kritik yang diarahkan kepadanya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Baca juga: Pandji Roasting Mata Gibran, Irma Suryani: Itu Menghina Makhluk Ciptaan Tuhan

“Ini memastikan bahwa Gibran cukup memantau situasi yang berkembang, terutama percakapan-percakapan di media sosial,” katanya.

Lalu, Adi mengklaim cara seperti itu adalah cara khas yang dimiliki Gibran ketika menjawab kritik.

Yang kedua, Gibran bertemu dengan sejumlah artis dan tokoh masyarakat seperti Teuku Adifitrian atau dokter Tompi, Raffi Ahmad, Melani Ricardo, dan Iko Uwais.

Adi berkata Tompi sempat bersitegang atau berbantah-bantahan dengan Pandji karena Tompi dinilai membela Gibran. Tompi menganggap kritik Pandji sudah menyinggung fisik Gibran.

Mengenai Raffi Ahmad, Adi menyebut artis yang diangkat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu juga tak lolos dari kritik Pandji.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini