TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelawak senior Indro Warkop menilai laporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono usai pertunjukan standy up comedy bertajuk Mens Rea, sebagai sebuah kemunduran cara berpikir publik.
Pandji sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah atas tuduhan penghasutan dan penistaan agama.
Indro mengungkapkan sepanjang karier Warkop, mereka tidak pernah dilaporkan secara hukum.
Pada masa Orde Baru, kata Indro, persoalan biasanya disikapi langsung oleh aparat pemerintah melalui teguran resmi.
“Dilaporkan enggak pernah, tapi kita ditegur oleh pemerintah,” ujar Indro.
Oleh karena itu, Indro menilai laporan terhadap Pandji sebagai langkah yang patut disesalkan. Ia menyebut penolakan muncul tanpa dasar peristiwa yang jelas.
“Ya, disayangkan ini sebuah kemunduran cara berpikir. Logika saja salah. Kalau memang tidak terjadi, ngapain harus ada penolakan,” tegasnya.
Kekhawatiran Gesekan Sosial
Lebih jauh, Indro menyoroti potensi gesekan antarsesama warga yang bisa memperuncing perbedaan.
“Kalau dulu zaman saya ada penguasa. Kalau sekarang penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita, ini enggak boleh,” jelasnya.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Kripto Miliaran Dilaporkan ke Polisi, Nama Raja Kripto Indonesia Terseret
Pentingnya Pemahaman Hukum
Indro juga menekankan perlunya memperluas pemahaman hukum. Ia mengaku tertarik dengan pandangan Mahfud MD terkait persoalan ini.
“Harus lebih banyak belajar. Opini saya, saya tertarik dengan bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum,” ungkapnya.
Pandji di Tengah Polemik
Di tengah polemik, Pandji mengumumkan dirinya kini berada di New York, Amerika Serikat.
Dalam video di akun Instagram, ia tampil santai dan menyampaikan apresiasi kepada penonton yang tetap menghargai karya stand up comedy-nya.
“Terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy. Moga-moga gue masih punya banyak perkomedian untuk anda,” kata Pandji.
Pandji menegaskan dirinya dalam kondisi baik dan bersyukur atas banyak doa serta dukungan.
Baca tanpa iklan