TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diperingati umat Islam setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah.
Pada tahun ini, Isra Miraj jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah.
Momentum ini menjadi pengingat akan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dalam satu malam atas kehendak Allah SWT, sekaligus menerima perintah salat lima waktu bagi umat Islam.
Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam.
Dalam satu malam, Allah SWT memberikan keistimewaan luar biasa kepada Nabi Muhammad SAW untuk menempuh perjalanan spiritual yang melampaui batas ruang dan waktu.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi bukti kekuasaan Allah SWT, tetapi juga membawa amanah besar bagi umat Islam, yakni perintah salat lima waktu.
Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril, dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, lalu dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT.
Peristiwa ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1, yang menyebutkan bahwa Allah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya.
Para ulama sepakat bahwa Isra Miraj bukanlah mimpi, melainkan perjalanan nyata yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar.
Berikut Tribunnews.com sajikan kisah lengkap perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dirangkum kemenag.go.id dan baznas.go.id, Senin (12/1/2026):
Mengendarai Buraq
Rasulullah SAW memulai melakukan perjalanan ini dengan mengendarai Buraq, makhluk tunggangan istimewa yang bergerak sangat cepat.
Dalam perjalanan Isra dari Makkah ke Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad SAW singgah di beberapa tempat penting dan melaksanakan salat dua rakaat.
Baca juga: Amalan Sambut Isra Miraj 2026: Bacaan Dzikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW
Tempat-tempat tersebut memiliki makna historis dalam perjalanan para nabi sebelumnya.
Rasulullah SAW singgah di Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah beliau, kemudian di Madyan, tempat Nabi Musa AS pernah berlindung. Nabi juga singgah di Thur Sina, tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT, serta di Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS, sebelum akhirnya tiba di Masjidil Aqsha.
Baca tanpa iklan