Ia mewanti-wanti, orang atau bangsa yang baik tidak boleh tinggal diam, sebab jika mereka tetap diam, maka yang jahat yang akan menang, sebagaimana yang disampaikan negarawan Irlandia Edmund Burke dan tokoh intelektual dunia kelahiran Jerman, Albert Einstein.
"Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?"
"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi."
"Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari. Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia. Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang."
"Andaikata 8,3 milyar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya."
"Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya."
"Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang."
PBB Harus Segera Menggelar Sidang Umum Darurat
SBY lantas menyampaikan usulan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar Sidang Umum PBB darurat yang dihadiri para pemimpin dunia demi mencegah krisis global skala besar, termasuk potensi terjadinya Perang Dunia III.
Ia tidak menafikan bahwa PBB saat ini juga terbilang tidak berdaya.
Namun, Jenderal TNI Bintang 4 itu juga tidak ingin PBB tercatat dalam sejarah dunia sebagai lembaga yang tidak mampu berbuat apa-apa.
SBY menegaskan, PBB dan para pemimpin dunia harus segera bertindak.
"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru."
"Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing."
"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. *SBY*"
(Tribunnews.com/Rizki A.)
Baca tanpa iklan