Ringkasan Berita:
- Dua pramugari, Esther Aprilita Sianipar dan Florencia Lolita Wibisono jadi koran pesawat ART 42-500 yang jatuh di perbatasan Pangkep-Maros pada sabtu (17/1/2026) kemarin.
- Esther Aprilita Sianipar merupakan warga Bukit Rancamaya, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor.
- Florencia merupakan warga asal Kabupaten Minahasa. Dia juga baru bekerja selama 3 bulan sebagai pramugari.
- Ada juga Capt Andy Dahananto pilot pesawat dan Farhan Gunawan, pilot junior yang jadi korban.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pilot dan dua pramugari jadi korban dalam insiden hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Maros, Sulawesi Selatan pada sabtu (17/1/2026) kemarin
Puing-puing pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Pangkep-Maros.
Para korban merupakan kru pesawat yang tengah menjalankan penerbangan misi pengawasan.
Berikut daftar Pilot dan Pramugari yang jadi korban:
1. Andy Dahananto, pilot pesawat
Capt Andy Dahananto merupakan pilot pesawat ATR-200 yang hilang kontak di kawasan Maros.
Ia lahir pada 1967, dikutip dari laman resmi Indonesia Air Transport.
Andy merupakan pilot lulusan Juanda Flying School tahun 1987.
Baca juga: Kemenhub Pastikan Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Laik Terbang
Kariernya sebagai pilot dimulai pada 1988 di Indonesia Air sebagai Pilot Fix Wing hingga saat ini.
Di Indonesia Air, nama Andy masuk dalam jajaran Direksi.
Andi menjabat sebagai Direktur Operasi.
Jabatan itu emban berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 14 tertanggal 19 Juni 2019.
Menurut laporan Indonesia Air, Andy tidak memiliki hubungan keluarga dengan Komisaris, Direktur, maupun Pemegang Saham Pengendali.
2. Farhan Gunawan, pilot junior
Farhan Gunawan merupakan Co-pilot pesawat ATR 42-500.
Ia merupakan alumni Taruna Akademi Penerbangan Indonesia juga mantan siswa SMA Islam Athirah.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril menyebut Farhan merupakan mantan Ketua OSIS SMP Islam Athurah dan SMA Islam Athirah.
"Iya Muh. Farhan Gunawan. kalau di SMP, ketua OSIS periode 2015-2016. Tamat 2016 berarti di SMA bs jd ketua osis periode 2017-2018, katanya.
3. Pramugari Florencia Lolita
Sosok Florencia Lolita Wibisono, salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang mengalami insiden jatuh.
Florencia Lolita Wibisono dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan.
Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ramos, anggota keluarga Florencia, saat ditemui di rumah orang tua korban di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).
"Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat diwawancarai.
Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.
Kurang lebih 13 tahun dia di Lion Air,” ungkap Ramos.
Florencia Lolita Wibisono Berencana Menikah
Florencia Lolita Wibisono salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogjakarta-Makassar yang mengalami insiden jatuh di gunung Bulusaurung perbatasan Pangkep-Maros, sabtu (18/1/2026) berencana akan menikah.
Fakta tersebut diungkap Yanti (46), salah satu anggota keluarga, saat ditemui di rumah keluarga korban di Tondano, Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Minggu (19/1/2026).
“Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya,” ujar Yanti.
Baca juga: Proses Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung, Medan Curam Jadi Tantangan, 393 Orang Dilibatkan
Menurutnya, calon pasangan Florencia atau Olen, sapaan akrabnya, diketahui berprofesi sebagai seorang pilot di salah satu maskapai penerbangan.
Meski demikian, pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Olen, seiring proses pencarian yang masih berlangsung.
“Kami tetap berharap Olen bisa segera ditemukan,” ucap Yanti.
Diketahui, Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun.
Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.
4. Pramugari Esther Aprilita Sianipar
Pramugari Pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Sianipar termasuk korban dalam insiden pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan pada sabtu (17/1/2026) kemarin.
Esther merupakan warga Bukit Rancamaya, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor.
Melansir dari Tribunnews.com, Minggu (18/1/2025) Ayah Esther Aprilita Sianipar, Adi Sianipar, mengungkapkan komunikasi terakhir yang ia lakukan dengan sang putri tercinta.
Adi menyebut, dirinya sempat mengirim pesan lewat aplikasi percakapan WhatsApp kepada Esther pada Sabtu (17/1/2026) siang kemarin, sekitar pukul 12.00.
Akan tetapi, pesan tersebut tidak berbalas.
"Terakhir berkomunikasi, kemarin saya jam 12 WA [WhatsApp] dia, karena saya lagi di Jakarta, dia kan kos di Jakarta, jadi saya mau jemput dia kalau mau pulang," kata Adi.
"Ternyata, jam 12 itu nggak ada balasan dari dia. HP-nya sudah nggak aktif," lanjutnya.
Captain Sukardi Selamat
Tragedi ini sempat diwarnai simpang siur informasi terkait jumlah penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa terdapat 11 orang yang ikut dalam penerbangan tersebut.
Namun, pada Sabtu (17/1/2026), Basarnas secara resmi memperbarui data manifes penumpang.
Berdasarkan manifes POB (Person On Board), jumlah orang yang berada di dalam pesawat dipastikan hanya 10 orang.
Pembaruan data ini sekaligus mengungkap fakta bahwa satu kru pesawat bernama Captain Sukardi tidak ikut dalam penerbangan dari Yogyakarta.
Informasi tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa.
“Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang. Sesuai informasi dari operator pesawat IAT,” ujar Lukman saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Kronologi Penemuan 1 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Lereng Bulusaraung, Sosok Laki-laki
Fakta ini menjadikan Captain Sukardi sebagai satu-satunya awak pesawat yang selamat dari tragedi, lantaran batal ikut terbang pada menit-menit terakhir sebelum keberangkatan.
Perubahan rencana tersebut secara tak terduga menyelamatkan nyawanya, di tengah kecelakaan maut yang menimpa rekan-rekannya sesama kru Indonesia Air Transport.
Sementara itu, pencarian terhadap para korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di medan berat Gunung Bulusaraung, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Daftar Pilot hingga Pramugari Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500, Florencia Sudah Ada Niat Nikah,
Baca tanpa iklan