Para pencari madu ini disisipkan di masing-masing tim yang terdiri dari 7 tim.
Jumlah tim pencarian di hari keempat proses pencarian hari ini Selasa (20/1/2026) bertambah dari sebelumnya hanya 5 tim.
Tujuh tim tersebut mulai dari tim 1-6 dan satu lainnya khusus tim ekor pesawat.
Tujuh tim yang berkekuatan 500 lebih petugas SAR gabungan ini, masing-masing didampingi warga lokal.
Dari tujuh tim itu, sudah dibagi juga dua tim khusus evakuasi dan lima lainnya misi pencarian.
Sebelum diberangkatkan, mereka dibriefing lebih dahulu di halaman masjid depan kantor Desa Tompobulu yang menjadi posko utama pencarian.
Apel dipimpin Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan didampingi Asrem Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Abi Kusnianto.
Hadir juga Dandim 1421 Pangkep Letkol Inf Parlindungan Yuandika dan Kapolres Pangkep AKBP Muhammad Husni Ramli dan Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan.
Dalam pengarahan itu, para petugas SAR yang terlibat masing-masing telah mengenakan jas hujan atau mantel.
Hujan Badai
Kondisi cuaca memang menjadi tantangan terberat bagi petugas SAR dalam menjalankan misi kemanusiaan itu.
Bahkan, saat apel masih berlangsung, hujan badai sudah melanda Desa Tompobulu yang merupakan pemukiman warga terdekat dari lereng Gunung Bulusaraung.
Petugas SAR yang dikerahkan sudah dibekali logistik dan peralatan untuk menginap atau ber-camp di lokasi pencarian.
Mereka juga dilengkapi alat komunikasi untuk melaporkan setiap saat temuan atau kondisi yang dialami.
"Pokoknya masing-masing dantim wajib laporan setiap jam-jam ganjil," kata Kolonel Inf Abi Kusnianto memberikan pengarahan.
Pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan ini mengangkut 10 orang yang terdiri 7 crew dan 3 penumpang.
Baca tanpa iklan