“Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu (membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus), mungkin kita bisa menghemat USD6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini,” ucap Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra.
Prabowo meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
Ia pun optimistis bahwa seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga universitas-universitas baru tersebut akan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 mendatang.
“Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” tandasnya.
(Tribunnews.com/Deni)
Baca tanpa iklan