Ringkasan Berita:
- Layanan IndiHome bermasalah dan dikeluhkan oleh banyak warganet di media sosial.
- IndiHome diluncurkan pada tahun 2015 dan kini telah memiliki lebih dari 11 juta pelanggan.
- Saat ini layanan IndiHome dikelola oleh Telkomsel.
TRIBUNNEWS.COM - Layanan internet IndiHome dari Telkomsel dilaporkan tumbang atau bermasalah pada hari ini, Kamis (22/1/2026).
Gangguan ini berskala nasional dan memunculkan banyak keluhan di media sosial, misalnya X.
Berdasarkan pantauan di situs Downdetector pada Kamis siang pukul 13.20 WIB, keluhan awal dilaporkan sekitar pukul 10.30 WIB. Menurut Downdetector, banyak laporan gangguan layanan yang berasal dari wilayah Jakarta, Yogyakarta, dan Sidoarjo di Jawa Timur.
VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi berkata layanan berangsur pulih pada siang hari.
"Layanan data Telkomsel untuk pelanggan secara nasional saat ini telah kembali normal setelah sebelumnya terjadi penurunan kualitas layanan pada sebagian pelanggan," kata Abdullah Fahmi, Kamis.
Dia menyebut gangguan terdeteksi pada pukul 11.03 WIB dan telah berhasil ditangani melalui langkah-langkah pemulihan oleh tim teknis Telkomsel yang bekerja secara intensif dan terkoordinasi.
"Saat ini performa jaringan Telkomsel telah kembali beroperasi secara optimal."
Kasus layanan IndiHome tumbang tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebagai contoh, Indihome juga tercatat pernah mengalami down pada 19 September 2021, 21 Desember 2022, dan 10 Oktober 2024.
Profil IndiHome
Dikutip dari laman resmi Telkomsel, IndiHome (singkatan dari Indonesia Digital Home) adalah layanan digital yang menyediakan internet rumah, telepon rumah, dan TV Interaktif (IndiHome TV) dengan beragam pilihan paket. Jaringan IndiHome diklaim sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
IndiHome memiliki sejumlah add-on atau layanan tambahan yang bisa diaktifkan oleh pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.
Baca juga: Telkomsel Klaim Layanan IndiHome Sudah Kembali Normal
Untuk berlangganan IndiHome, calon pelanggan bisa mengunjungi laman http://tsel.id/nasional dan menyelesaikan tiap tahapan registrasi hingga selesai. Jika proses registrasi sudah berhasil terkonfirmasi, tunggu maksimal 3x24 jam untuk pemasangan layanan.
Harga paket IndiHome sebagai berikut.
- 50 Mbps (mulai dari Rp230.000)
- 75 Mbps (mulai dari Rp250.000)
- 150 Mbps (mulai dari Rp325.000)
- 200 Mbps (mulai dari Rp490.000)
Sejarah IndiHome
Menurut skripsi yang diterbitkan Undip, IndiHome diluncurkan oleh PT Telkom pada tahun 2015 dalam bentuk layanan digital.
Sebelum menjadi IndiHome, layanan ini dikenal dengan nama Speedy (diluncurkan tahun 2004). Pada tahun 2015 layanan Speedy ini kemudian diberhentikan sehingga para pelanggan yang menggunakan Speedy dialihkan ke IndiHome.
Indihome sempat menawarkan layanan akses internet hingga 300 Mbps, telepon rumah, dan UseeTv yang merupakan layanan televisi interaktif. Namun, berdasarkan informasi terbaru pada situs resmi, saat ini kecepatan maksimal layanan ini adalah 200 Mbps.
Baca juga: Internet Indihome dan Telkomsel Dilaporkan Down, Pengguna Keluhkan Jaringan Internet Lumpuh
Menurut laman Telkom, pada tahun 2016 atau setahun setelah diluncurkan, IndiHome sudah memiliki 1,6 juta pelanggan. Pada tahun 2020 jumlah pelanggan mencapai 8,02 juta pelanggan. Adapun pada tahun 2025 jumlah pelanggan meningkat menjadi sekitar 11,5 juta.
Mulai tanggal 1 Februari 2016 terdapat kebijakan FUP (Fair Usage Policy). FUP adalah pembatasan kecepatan akses data/internet berdasarkan penggunaan layanan akses internet setelah mencapai jumlah, atau volume data tertentu dalam rentang waktu tertentu
Corporate Communication PT Telkom Arif Prabowo saat itu mengatakan penerapan kebijakan FUP dimaksudkan melindungi normal user dari pemanfaatan pemakaian berlebihan oleh heavy user.
Per tanggal 1 Juli 2023 IndiHome resmi berada dalam pengelolaan Telkomsel mulai 1 Juli 2023. Hal ini ditandai dengan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) antara PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Dengan selesainya proses integrasi IndiHome, kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 persen, sementara Singtel di Telkomsel menjadi 30,1 persen.
(Tribunnews/Febri/Suci/Choirul)
Baca tanpa iklan