Ringkasan Berita:
- Hujan deras bikin Jakarta lumpuh, warga resah dan panik
- Istana akhirnya angkat suara, permintaan maaf disampaikan terbuka
- 15 RT dan 20 jalan tergenang, solusi darurat digelar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istana Kepresidenan RI melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permintaan maaf atas banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah ibu kota, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah prihatin atas genangan yang melumpuhkan Ibu Kota.
“Tentunya kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan di Ibu Kota,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan.
Ia menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca. Harapannya, intensitas hujan bisa ditekan di tengah puncak musim hujan Januari.
15 RT dan 20 Ruas Jalan Terendam
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 15 RT dan 20 ruas jalan tergenang dengan ketinggian air antara 10–90 cm.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, memastikan personel sudah dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 15 RT dan 20 ruas jalan tergenang,” ujarnya.
Baca juga: Avanza Terseret 300 Meter di Tebing Tinggi, 9 Anggota Keluarga Tewas Ditabrak Kereta Api
Suara Warga dan Pengendara
Warga di Jakarta Barat menyebut air setinggi lutut hingga pinggang membuat aktivitas rumah tangga lumpuh dan anak-anak tidak bisa berangkat sekolah.
Sejumlah pengendara motor di Jakarta Timur mengeluhkan kendaraan mogok di tengah genangan sehingga harus mendorong motor dan menimbulkan kemacetan panjang.
Sementara itu, penumpang KRL mengaku perjalanan terganggu karena rel tergenang, kereta berjalan lambat, dan banyak pekerja terlambat sampai kantor.
Penanganan Darurat
Isnawa menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air.
“Kami memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata Isnawa.
Jakarta kembali diuji banjir di puncak musim hujan. Warga menanti solusi nyata pemerintah, bukan sekadar permintaan maaf.
Baca tanpa iklan