TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas OSO atau UNOSO menggelar wisuda ke-2 di Pontianak Convention Center (PCC), Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (22/1/2026). Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru.
UNOSO adalah Universitas OSO, sebuah perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 31 Januari 2020 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Kampus ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dengan berbagai program studi S1 seperti Manajemen, Hukum, dan Ilmu Kelautan.
Sidang wisuda UNOSO dihadiri langsung Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Dr Oesman Sapta (OSO), beserta istri Serviati Oesman. Sidang tersebut juga dihadiri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD; akademisi Rocky Gerung; serta Gubernur Kalbar, Ria Norsan; dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Krisantus Kurniawan.
Turut hadir Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto; Rektor UNOSO, Yarlina Yacoub; Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Garuda Wiko; mantan Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen (Purn), Gories Mere; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar.
Dalam sambutannya, Oesman Sapta berharap, para wisudawan/wisudawati dan mahasiswa UNOSO menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya masyarakat daerah. Dia menegaskan, mahasiswa harus berpihak pada kebenaran.
"Kepada para lulusan UNOSO, teruslah bermanfaat untuk sesama, untuk daerah maju," kata OSO.
Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar karena telah diterima dan diizinkan untuk membangun pendidikan di wilayah ini. OSO pun menekankan pentingnya sistem pendidikan dan pengalaman.
Menurut dia, selain menimba ilmu melalui pendidikan dan buku, pengalaman sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan mencapai keberhasilan.
OSO menegaskan, sistem pendidikan dan pengalaman sama-sama penting dan sangat dibutuhkan.
"Pendidikan sangat penting, tapi mahasiswa juga harus menempa diri dengan pengalaman. Anda harus berpikir tajam tentang bagaimana membangun sistem yang anda pelajari. Untuk itu, anda tidak hanya harus baca buku untuk lulus, tapi harus mencari pengalaman yang bisa menambah ilmu anda," tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, UNOSO yang dibangunnya memang tidak besar.
Sebab, pihaknya tidak mengejar jumlah, tapi kualitas sumber daya manusia yang mumpuni
"Saya mau 50 sampai 100 orang saja, tapi berkualitas. UNOSO harus membangun kualitas yang berasal dari Kalbar," ujarnya.
Baca tanpa iklan