TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 27 Januari 2026 memperingati Hari Ulang Tahun Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Selain itu, ada Peringatan Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Kalimantan Timur dan Peringatan Tragedi KMP Tampomas II.
Di luar negeri, ada Hari Geografi Nasional di Amerika Serikat.
Pada tanggal yang sama, ada peringatan global Hari Peringatan Holocaust Internasional, dan Hari Memompa ASI Sedunia.
Selengkapnya, berikut penjelasan mengenai hari-hari yang diperingati pada 27 Januari 2026.
HUT Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI)
Setiap 27 Januari diperingati sebagai hari ulang tahun Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), lembaga yang berdiri sejak 27 Januari 1990 dan bertugas mencatat serta memberikan penghargaan atas prestasi luar biasa dalam berbagai bidang di Indonesia.
MURI didirikan oleh Jaya Suprana dengan tujuan menghargai karya dan prestasi anak bangsa, dikutip dari MURI.
Peringatan HUT MURI menjadi momen untuk merayakan kreativitas, prestasi, dan rekor-rekor unik yang diterima dari seluruh penjuru tanah air.
Peringatan ini juga bertujuan menginspirasi masyarakat untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Tanggal 26 Januari 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Bhakti Imigrasi
Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Kalimantan Timur
Peristiwa Merah Putih Sangasanga diperingati pada 27 Januari untuk mengenang keberanian pejuang lokal di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara pada 27 Januari 1947.
Pada hari itu, rakyat bersama pejuang berhasil merebut kembali kendali daerah dari pasukan Belanda dengan merobek bagian warna biru dari bendera Belanda dan menaikkan kembali bendera merah putih sebagai simbol kemerdekaan, dikutip dari Diskominfo Kaltim.
Peristiwa ini menjadi simbol perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan dan semangat nasionalisme, dan diperingati sebagai bagian dari warisan sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajahan.
Hari Peringatan Tragedi KMP Tampomas II
Tragedi KMP Tampomas II terjadi pada 27 Januari 1981, ketika kapal penumpang milik Pelni ini mengalami kebakaran dan tenggelam di perairan Laut Jawa dekat Kepulauan Masalembo dalam pelayaran dari Jakarta menuju Sulawesi.
Insiden ini merupakan salah satu kecelakaan kapal laut terbesar dalam sejarah transportasi Indonesia, menewaskan ratusan penumpang dan kru.
Peringatan tragedi ini menjadi momentum untuk mengenang korban yang gugur dalam musibah tersebut, meningkatkan kesadaran tentang keselamatan transportasi laut, serta menghormati jasa mereka yang berusaha menyelamatkan sesama dalam kondisi penuh bahaya.
Baca tanpa iklan