TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, mengatakan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden yang punya hak prerogatif. Beliau (Prabowo Subianto-red) atur saja yang menurut paling baik," kata Andreas kepada Tribunnews.com, Kamis (29/1/2026).
Andreas menilai wacana reshuffle hanyalah konsumsi di tingkat elite politik. Bagi PDIP, kata dia, topik tersebut tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan mendesak masyarakat.
"Isu reshuffle ini isu elitis, PDI Perjuangan lebih tertarik untuk bicara isu kerakyatan," ujarnya.
Andreas pun merinci sejumlah persoalan nyata yang kini menjadi fokus utama partainya untuk disuarakan.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai sedang tidak baik-baik saja, mulai dari lonjakan harga kebutuhan pokok hingga lesunya daya beli.
"Soal harga pangan melambung, soal lapangan kerja dan daya beli masyarakat yang menurun, soal penanganan bencana ekologis," ucap Andreas.
Baca juga: Pastikan Tak Ada Reshuffle dalam Waktu Dekat, Istana: Yang Berubah Hanya Jabatan Thomas Djiwandono
Rumor Reshuffle Kabinet Prabowo
Rumor Presiden Prabowo akan melakukan perombakan kabinet tengah mencuat. Kabarnya ia melakukan reshuffle pada Februari 2026.
Terkait hal tersebut, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi belum mau mengungkapkan banyak.
Ia hanya mengatakan bahwa perombakan kabinet memang terjadi karena Thomas Djiwandono kini menjadi Deputi Gubernur BI.
"Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar. Artinya ada, ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan oleh beliau karena penugasan ke tempat yang lain," katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (28/1/2026).
Presiden, kata Prasetyo, masih mengkaji sejumlah nama untuk mengisi kursi Wamenkeu yang kosong tersebut. Terkait nama mantan Deputi Gubenur BI Juda Agung sebagai kandidat kuat Wamenkeu, Prasetyo belum mau berkomentar.
"Tunggu dulu," ucap Prasetyo.
Prasetyo belum mau mengungkapkan nama nama calon Wamenkeu yang sedang dikaji oleh Presiden Prabowo tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa kursi Wamenkeu akan segera diisi.
"Belum. Nanti pada waktunya, siapapun yang kemudian kalau diputuskan oleh bapak presiden pos yang ditinggalkan harus diisi, nanti akan kami sampaikan," katanya.
Baca tanpa iklan