TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/1/2026) malam.
Pertemuan antara Mualem dengan Teddy tersebut, diunggah di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Kamis (29/1/2026).
Keduanya membahas perkembangan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh pada akhir November 2025 lalu.
"Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan konkret pemulihan pascabencana di Aceh, termasuk kemajuan pembangunan rumah hunian yang sudah jadi mendekati 4.000 unit khusus di Aceh, selain dari perbaikan rumah yang masih tetap ingin ditinggali warga," bunyi unggahan tersebut.
Kemudian, dibahas pula pencairan anggaran daerah yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Selanjutnya pembahasan terkait peruntukan pencairan anggaran daerah yang telah disetujui Bapak Presiden Prabowo, serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur umum yang berangsur pulih," tuturnya.
Bencana di Sumatra
Bencana yang terjadi pada akhir November tahun lalu bukan hanya dialami Aceh, melainkan juga Sumatra Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut).
Terkini, jumlah pengungsi pascabencana di tiga provinsi wilayah Sumatra terus menurun hingga menyisakan 111.788 orang.
Hal tersebut diungkap oleh Juru Bicara Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatra Amran saat memberikan informasi perkembangan terkini di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Kamis hari ini.
“Data terakhir yang kami dapatkan di Posko Satgas, saat sekarang ini untuk pengungsi ada penurunan dari waktu ke waktu terus berkurang,” kata Amran dalam konferensi pers.
Rinciannya, di Sumatra Barat jumlah pengungsi turun dari 10.854 orang pada 24 Januari menjadi 9.040 orang.
Baca juga: KKP Siapkan Rp 25 Miliar Pulihkan Tambak Garam Aceh Pascabanjir Bandang
Di Sumatra Utara tercatat 11.085 pengungsi. Sementara di Aceh masih tersisa 91.663 pengungsi.
“Jadi total secara keseluruhan pengungsi sampai dengan kemarin itu ada 111.788. Ini ada penurunan jumlah yang terus berkurang dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Menurut Amran, penurunan ini terjadi seiring percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).
Untuk Provinsi Aceh, Huntara yang telah selesai dibangun sebanyak 3.248 unit.
Baca tanpa iklan