News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rakernas PSI

Tiga Kader Partai NasDem Pindah ke PSI, Terbaru Rusdi Masse

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak tiga kader senior Partai NasDem resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Terkini, mantan Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) Rusdi Masse bergabung ke partai berlambang gajah.

Sementara itu, dua sosok lainnya yang lebih dahulu masuk ke PSI adalah Ahmad Ali mantan Wakil Ketua Umum NasDem, kini jadi Ketua Harian PSI serta Bestari Barus, mantan anggota DPRD DKI Jakarta, kini Ketua DPP PSI.

Rusdi Masse

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengumumkan bergabungnya Rusdi Masse ke PSI dalam Rakernas PSI  di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026). 

"Saya ingin pantun. Ini pantun beneran, saya sudah siapkan semalam. Siap ya? Nanti kalau selesai, 'gajah', gitu ya," ucap Kaesang.

"Ke Makassar naik Air Asia. Jangan lupa minum es. Mari keluarga Partai Solidaritas Indonesia. Kita sambut Bang RMS," sambungnya.

Saat namanya diumumkan, Rusdi Masse langsung masuk ke lokasi Rakernas PSI dan naik ke panggung.

Setelah itu, Kaesang memakaikan jaket PSI ke Rusdi Masse.

Rusdi mengatakan, ia akan membuat partai yang dipimpin oleh putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu lebih bagus lagi ke depannya.

"Mana solidaritasmu? Terima kasih Mas Ketum, terima kasih teman-teman dari DPP PSI. Mudah-mudahan dengan kehadiran saya di PSI bisa berbuat banyak untuk bagaimana supaya PSI jauh lebih bagus daripada yang pernah saya lalui," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Kaesang Pangarep Resmi Berikan Jaket PSI untuk Rusdi Masse Mappasessu 

Ahmad Ali

Ahmad Ali resmi dilantik sebagai Ketua Harian DPP PSI oleh Kaesang Pangarep dalam acara di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Dalam sambutannya, Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI harus bertekad menang pada Pemilu 2029.

“Pertanyaannya seharusnya bukan lagi ‘apakah PSI akan lolos pada Pemilu 2029?’, tetapi PSI harus bertekad menjadi pemenang Pemilu 2029. Pengalaman kekalahan dua pemilu sebelumnya seharusnya menjadi modal bagi PSI melakukan introspeksi dan evaluasi. Kepengurusan PSI hari ini harus mampu memberikan jawaban,” ujarnya.

Ia menambahkan PSI perlu hadir menjawab persoalan bangsa. 

“Mulai dari tantangan ekonomi, tantangan pelembagaan demokrasi, sampai tantangan kepercayaan publik terhadap para pemimpinnya, PSI harus ambil bagian untuk menyelesaikan, bukan menjadi bagian dari persoalan,” katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini