TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Eks Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz atau yang akrab disapa Gus Alex, kembali menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Kamis (29/1/2026).
Ini merupakan pemeriksaan kedua yang dijalani Gus Alex dalam satu pekan terakhir terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024.
Sebelumnya, ia telah diperiksa secara maraton selama delapan jam pada Senin (26/1/2026).
Meski telah dua kali menghadap tim antirasuah, sikap Gus Alex tak berubah.
Ia kukuh melakukan aksi irit bicara dan konsisten melempar segala pertanyaan awak media kepada pihak penyidik.
Usai pemeriksaan Kamis sore, Gus Alex tampak menghindari detail substansi perkara.
Ketika dikonfirmasi mengenai materi pemeriksaan yang disebut-sebut berganti topik, Gus Alex enggan menanggapi.
"Ya tanya ke penyidik aja langsung," ujarnya singkat sambil berjalan keluar gedung KPK, Kamis (29/1/2026) sore.
Sikap elusif Gus Alex terus berlanjut saat wartawan mencoba mengonfirmasi pernyataan juru bicara KPK terkait dugaan nilai kerugian negara yang disinyalir mencapai lebih dari Rp1 triliun akibat skema pembagian kuota haji yang bermasalah.
"Itu langsung ke penyidik aja. Langsung ke penyidik aja," elaknya lagi.
Momen menarik terjadi ketika awak media mencecar Gus Alex terkait dugaan pertemuan spesifik pada tahun 2023.
Ia ditanya apakah benar sempat bertemu dengan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas maupun pemilik Maktour Travel Fuad Hasan di tahun tersebut.
Alih-alih membenarkan atau membantah, Gus Alex kembali menggunakan jawaban pamungkasnya, sembari menjanjikan akan bicara di waktu yang lain.
"Iya tanya penyidik aja, nanti pada waktunya saya memberi keterangan," ucap Gus Alex menutup pembicaraan.
Sikap tertutup Gus Alex ini konsisten dengan perilakunya pada pemeriksaan pertama, Senin (26/1/2026).
Baca tanpa iklan