Ringkasan Berita:
- Pratikno membantah isu pengunduran dirinya dari jabatan Menko PMK dan menegaskan tidak pernah mengajukan surat mundur.
- Pratikno juga tidak menanggapi kabar bahwa posisinya akan terkena reshuffle kabinet.
- Menlu Sugiono mengaku belum mengetahui isu reshuffle dan menegaskan hal tersebut sepenuhnya kewenangan Presiden Prabowo.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pratikno buka suara terkait isu yang beredar bahwa dia mundur dari jabatan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Pratikno menepis isu tersebut.
"Enggak, enggak," kata Pratikno, usai menghadiri acara Puncak Harlah Ke-100 Nahdlatul Ulama di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Kemudian, saat ditanya wartawan mengenai apakah dia pernah memberikan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto. Pratikno juga membantah isu tersebut.
"Enggak, enggak," ucap Pratikno.
Selain isu pengunduran diri tersebut, beredar juga kabar perihal posisi Menko PMK akan terkena reshuffle. Namun demikian, Pratikno enggan merespons pertanyaan wartawan terkait isu reshuffle di kabinet Prabowo-Gibran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan Kembali melakukan reshuffle kabinet.
Posisi Menlu disebut akan diganti dan kursi Menko PMK Pratikno juga dikabarkan akan diganti.
Kabar reshuffle kabinet ini santer terdengar dan akan berlangsung pada Februari mendatang.
Menlu Sugiono disebut akan dipromosikan menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Baca juga: Mensesneg: Soal Reshuffle Kabinet Hanya Presiden yang Tahu
Sementara Pratikno disebut akan digeser menjadi penasehat presiden.
Ditemui seusai pertemuan dengan DPR RI, Selasa (27/1/2026), Menlu Sugiono pun buka suara.
Ia mengaku belum mendengar kabar soal reshuffle tersebut.
Sekjen Gerindra ini mengaku baru mendengar informasi itu dari media.
"Saya belum pernah mendengar. Saya baru dengar sekarang," ucap Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Sugiono hanya menegaskan bahwa reshuffle kabinet adalah kewenangan Presiden Prabowo.
Ia mengaku tak tahu menahu soal informasi tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Dinilai Berhati-hati Isi Kursi Wamenkeu, Reshuffle Hanya Tinggal Menunggu Waktu
Sehingga, Menlu meminta awak media bertanya langsung ke Presiden Prabowo.
"Ya nggak tahu. Itu pertanyaannya harusnya ditujukan ke Presiden. Itu kan haknya Presiden mereshuffle," ujarnya.
Kabar akan adanya perombakan kabinet mencuat seusai Prabowo menggelar retret Bersama jajaran Menteri di Hambalang Selasa (6/1/2026).
Retret digelar sebagai upaya konsolidasi awal pemerintahan 2026.
Baca tanpa iklan