Ringkasan Berita:
- Kemendagri menggelar Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir untuk membuka langsung acara tersebut.
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah tiba di lokasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir untuk membuka langsung acara tersebut.
Baca juga: Kemendagri Gelar Rakornas Pusat dan Daerah 2026 untuk Percepat Program Prioritas Presiden
Pantauan Tribunnews.com di lokasi, suasana di sekitar SICC sudah mulai ramai sejak pagi hari.
Sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait tampak mulai merapat ke arena acara sekitar pukul 06.00 WIB.
Para peserta yang hadir terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari unsur kejaksaan, kepolisian, TNI, hingga kepala daerah.
Terlihat Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah tiba di lokasi.
Tampak pula Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatra Utara Harli Siregar berbaur dengan pejabat lainnya.
Kedatangan para pejabat negara tersebut disambut meriah oleh iringan marching band di area penyambutan.
Sementara itu, pengamanan di sekitar lokasi terlihat sangat ketat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan menjelaskan, Rakornas 2026 bertujuan memberikan arahan strategis kepada seluruh kepala daerah dan pemangku kepentingan.
Arahan tersebut difokuskan untuk mendukung implementasi program prioritas Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045.
"Mempercepat tercapainya keberhasilan program prioritas presiden untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif dengan pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen," kata Benni dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Baca tanpa iklan