News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rakornas Pemerintah 2026

Pernyataan Keras Prabowo di Rakornas: Peringatan ke 'Perusuh' hingga Ultimatum Eks Pejabat BUMN

Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAKORNAS 2026 - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Prabowo Subianto menegaskan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdahulu harus bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan-perusahaan pelat merah yang dinilainya tidak efektif. 

Prabowo Subianto menegaskan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdahulu harus bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan-perusahaan pelat merah yang dinilainya tidak efektif. 

Ia bahkan menyebut para pimpinan lama itu siap-siap dipanggil aparat penegak hukum.

Dalam pidatonya, Prabowo mulanya menyinggung pengelolaan BUMN yang sebelumnya terpecah dalam banyak entitas.

"Kita telah bentuk dana sovereign wealth fund, saya telah menghimpun semua dalam satu pengelolaan yang nilainya 1 triliun dolar. Lengkapnya 1.040 miliar dolar. Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan tidak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan?" kata Prabowo.

Ia kemudian menyatakan pengelolaan yang terfragmentasi itu sebagai kekeliruan yang harus dipertanggungjawabkan.

"Ini akal-akalan pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus tanggung jawab. Siap-siap kau dipanggil kejaksaan," ujarnya.

Prabowo juga menanggapi kritik eks pejabat BUMN itu yang menuding dirinya hanya pandai berpidato. 

Ia menyatakan tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang meremehkan langkah konsolidasi yang dilakukan pemerintahannya.

"Karena mereka ngejek Prabowo cuma bisa ngomong di podium. Oh ya? Tunggu aja panggilan. Lu jangan nantang gue lu," katanya.

Prabowo menegaskan, pengelolaan BUMN kini telah dikonsolidasikan agar lebih terpusat dan efisien. 

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan memastikan kekayaan negara dikelola untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

Menurutnya, pembentukan dana pengelola investasi nasional menjadi salah satu strategi untuk menghimpun aset-aset negara yang sebelumnya tersebar.

"Saya hanya takut dengan rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Besar," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk membulatkan tekad menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal.

"Mari kita bertekad untuk menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita," ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada toleransi terhadap pengelolaan yang merugikan negara. 

"Sudahlah, kita ini semuanya dipanggil. Lebih baik membela rakyat, lebih mulia," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini