News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tes Kemampuan Akademik

Kemendikdasmen: Hasil TKA di SMA Tunjukkan Nilai Bahasa Indonesia Tertinggi

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TES KEMAMPUAN AKADEMIK - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 1 Manggar, Provinsi Bangka Belitung, Senin (3/10/2025). Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan berdasarkan data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan berdasarkan data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK.

Hal ini khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mata pelajaran pilihan seperti PPKn, Antropologi, dan Geografi. 

"Murid mampu memahami penggunaan kosakata, termasuk kata serapan dari bahasa daerah maupun asing, mengidentifikasi latar, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi maupun nonfiksi, serta menyusun kerangka atau bagan berdasarkan struktur teks,” jelas Rahmawati melalui keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).

Rahmawati menjelaskan, murid juga cukup mampu menjelaskan hubungan makna antar kalimat atau paragraf dalam teks, serta memprediksi lanjutan atau akhir cerita berdasarkan bagian tertentu. 

Secara nasional, capaian kompetensi menunjukkan pemahaman tekstual berada pada angka 49,21 persen, pemahaman inferensial sebesar 43,21 persen, serta evaluasi dan apresiasi sebesar 45,32 persen.

"Untuk mata pelajaran pilihan seperti PPKn, yang diikuti oleh 1.087.283 peserta dari 30.745 sekolah, nilai rata-rata nasional tercatat sebesar 60,91. Sebanyak 10 persen murid berada pada kategori nilai istimewa, 15 persen kategori baik, 30,9 persen kategori memadai, dan 44,1 persen kategori kurang,” ujarnya.

Capaian serupa juga terlihat pada mata pelajaran Antropologi yang diikuti oleh 24.949 peserta dari 4.175 sekolah, dengan nilai rata-rata nasional sebesar 60,91 dan distribusi kategori nilai yang sebanding.

Sementara itu, pada kelompok mata pelajaran pilihan, nilai rata-rata tertinggi secara nasional tercatat pada mata pelajaran Antropologi sebesar 70,43 dan Geografi sebesar 70,36. 

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian tertinggi untuk kedua mata pelajaran tersebut, dengan nilai rata-rata Antropologi sebesar 77,96 dan Geografi sebesar 77,25. 

"Capaian ini menunjukkan kekuatan murid Indonesia pada aspek karakter sosial dan literasi,” jelasnya. 

Adapun di sisi lain, hasil TKA pada mata pelajaran Matematika yang diikuti oleh 3.464.569 peserta dari 43.461 sekolah menunjukkan bahwa murid relatif lebih memahami materi bilangan. 

Murid mampu menentukan gabungan atau irisan dari beberapa himpunan bilangan, menyederhanakan bentuk bilangan berpangkat bulat maupun pecahan, serta menerapkan sifat operasi hitung bilangan asli dalam konteks permasalahan matematika yang lebih kompleks. 

Capaian kompetensi menunjukkan persentase pada materi bilangan sebesar 30,9 persen, aljabar 28,40 persen, serta geometri dan pengukuran sebesar 30,41 persen.

Namun ia menjelaskan, murid masih memerlukan penguatan pada materi data dan peluang. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini