News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pertemuan MUI dan Prabowo: Akui Skeptis, Siap Keluar dari Board of Peace Jika Palestina Ditinggal

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkap isi pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) Charter atau Piagam Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sebagai informasi, MUI menjadi salah satu lembaga yang mewadahi ulama dan cendekiawan Islam yang hadir dalam acara silaturahmi Presiden RI Prabowo Subianto dengan Pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026) kemarin.

Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam.

Di Istana Negara, MUI diwakili oleh Ketua Umum MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Cholil Nafis, dan Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Amirsyah Tambunan.

Sementara, Presiden RI Prabowo Subianto didampingi oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi, dan lainnya.

Hal-hal yang Dibahas MUI dan Prabowo

1. Prabowo Bilang Board of Peace Berarti Perjuangkan Palestina dari Dalam, MUI Skeptis

Seusai pertemuan, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis yang berkesempatan berbicara langsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa MUI telah menyampaikan sikap skeptis atau keraguan atas bergabungnya Indonesia ke Board of Peace.

Sebab, Presiden AS Donald Trump yang menjadi inisiator sekaligus Chairman atau Ketua Perdana Board of Peace memiliki rekam jejak tak memiliki komitmen untuk mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, Israel yang juga menjadi anggota Board of Peace, melalui Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah menyatakan tidak akan mengakui Negara Palestina.

Namun, kata Cholil, Prabowo menerangkan bahwa keterlibatan Indonesia adalah bentuk upaya pemerintah memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan pendekatan dari dalam.

Baca juga: Israel Masih Serang Palestina setelah Ada Board of Peace, Pakar: Indonesia Tak Cukup Cuma Prihatin

"Presiden menyatakan akan memperbaiki dari dalam. Nah, kami mengatakan skeptis, karena pertama, Trump jejaknya itu tidak membela terhadap Palestina, dan Israel, Netanyahu, sampai sekarang tidak mengakui terhadap kemerdekaan Palestina," tutur Cholil, seusai pertemuan, dikutip dari laman resmi mui.or.id.

2. Prabowo Sepakat Komitmen Membela Kemerdekaan Palestina

Kemudian, KH Cholil Nafis mengungkap, Prabowo sudah sepakat untuk berkomitmen menolak segala bentuk penjajahan, karena hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam dan amanat konstitusi UUD 1945.

BOARD OF PEACE - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orbán (kiri) jelang penandatanganan Board of Peace (BoP) Charter yang diluncurkan dalam sebuah seremoni di sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)

Cholil menambahkan, Prabowo juga sepakat untuk tetap berpihak memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini