News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanggal 5 Februari 2026 Memperingati Hari Apa? Ada HUT ke-79 HMI

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERINGATAN 5 FEBRUARI - Bulan Februari 2026 dalam Kalender Islam Kemenag. Tanggal 5 Februari 2026 memiliki arti penting karena pada hari ini terdapat sejumlah peringatan yang berkaitan dengan sejarah, perjuangan, dan budaya.

Pada tahun 2026 ini, HMI genap berusia 79 tahun. 

Pada HUT ke-79 HMI mengusung tema 'Khidmat HMI untuk Indonesia'.

Momentum ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kader HMI untuk terus hadir sebagai agen perubahan yang berintegritas, berilmu, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

2. Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi

Selain peringatan HUT HMI, tanggal 5 Februari juga berkaitan dengan salah satu episode penting dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme Belanda, yakni Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien).

Pemberontakan ini bermula dari kebijakan pemotongan gaji yang dinilai tidak adil terhadap para pekerja dan pelaut pribumi oleh pemerintah Hindia Belanda, dikutip dari https://karangtengah.bantulkab.go.id/.

Ketidakpuasan tersebut memicu aksi mogok kerja yang pertama kali terjadi pada 27 Januari 1933. 

Informasi mengenai pemogokan ini menyebar luas, termasuk ke kapal angkatan laut Belanda HNLMS De Zeven Provinciën yang saat itu berlabuh di Sabang, Aceh.

Ketegangan semakin meningkat ketika pada 30 Januari 1933, aksi serupa kembali terjadi di Surabaya. 

Para pelaut Indonesia di Kapal Tujuh Provinsi kemudian mengadakan rapat internal, meskipun diwarnai tekanan dan ancaman dari pihak atasan kolonial.

Pemberontakan yang akhirnya pecah di perairan lepas pantai Sumatra tersebut menjadi perhatian dunia internasional. 

Pemerintah kolonial Belanda bahkan mengerahkan serangan udara dengan bom untuk menumpas perlawanan itu. 

Meski demikian, gaung peristiwa ini justru semakin besar. 

Media asing ramai memberitakannya, dan di Belanda sendiri, isu ini memicu perdebatan publik. 

Perhimpunan Indonesia di Belanda pun menyatakan dukungan melalui manifesto resmi.

Pada 5 Februari 1933, pimpinan pemberontakan mengeluarkan siaran pers dalam tiga bahasa yaitu Belanda, Inggris, dan Melayu yang menyatakan bahwa Kapal Tujuh Provinsi telah dikuasai dan sedang bergerak menuju Surabaya. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini