TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cuaca tampak berpihak pada Tim SAR Gabungan Operasi SAR bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada hari ke-12 operasi tersebut, Rabu (4/2/2026) kemarin.
Dalam berbagai operasi SAR di tanah air, faktor cuaca tercatat menjadi salah satu penentu dalam proses pencarian dan pertolongan korban bencana.
Bahkan, dalam beberapa kejadian, operasi modifikasi cuaca digelar untuk mendukung operasi SAR kebencanaan di tanah air mengingat pentingnya faktor cuaca dalam operasi SAR.
Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator Ade Dian Permana mengatakan cuaca cerah dan cukup kondusif di area pencarian pada hari ke-12 operasi sangat mendukung kelancaran aktivitas pencarian dan evakuasi korban.
Selain itu, faktor strategi operasi yang difokuskan pada area-area potensial dan telah ditetapkan dalam rencana operasi juga turut mendukung upaya pencarian secara maksimal.
"Kondisi cuaca yang stabil memungkinkan tim SAR gabungan bekerja lebih optimal di seluruh worksite yang telah ditentukan," kata Ade dalam keterangan resmi Humas Kantor SAR Bandung pada Rabu (4/2/2026) malam.
Baca juga: Keluarga Ahmad Selamat dari Longsor Cisarua Bandung Barat, Kini Kehilangan Mata Pencaharian
Ade menjelaskan total jenazah korban yang berhasil dievakuasi hingga 4 Februari 2026 Pukul 17.30 WIB mencapai 92 kantung jenazah.
Hingga Rabu (4/2/2026) pukul 16.30 WIB, Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) menyatakan sebanyak 68 korban telah berhasil diidentifikasi dari total 71 bodypack yang telah diperiksa oleh DVI.
Selain itu, lanjut dia, 21 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan, dan akan terus ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
Khusus pada operasi SAR hari ke-12 Rabu (4/2/2026) hingga pukul 17.30 WIB, Basarnas dibantu Tim SAR Gabungan mengevakuasi tujuh bodypack atau kantung jenazah dari tiga worksite atau area pencarian.
Sementara di dua area pencarian lainnya, Tim SAR Gabungan tidak menemukan korban.
"Kami memahami bahwa data korban dan proses identifikasi merupakan hal yang sangat sensitif. Oleh karena itu, seluruh informasi yang kami sampaikan senantiasa mengacu pada hasil verifikasi resmi dari tim DVI, agar akurat, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," kata Ade.
"Sehubungan dengan hal tersebut, operasi SAR akan tetap dilanjutkan sesuai masa tanggap darurat, dengan evaluasi harian serta penyesuaian rencana operasi secara dinamis, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan," lanjutnya.
Baca juga: 13 Jenazah Prajurit TNI AL Korban Longsor Cisarua Berhasil Dievakuasi, 3 Dibawa Ke Kampung Halaman
Ade juga mengapresiasi seluruh unsur Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh unsur pendukung lainnya, atas dedikasi, kerja keras, dan soliditas yang terus terjaga hingga hari ke-12 operasi.
Baca tanpa iklan