Ringkasan Berita:
- Rukun puasa ramadhan terdiri dari niat dan menahan diri dari tindakan yang dilarang.
- Niat puasa dibaca setiap malam di bulan Ramadhan atau sebelum waktu fajar.
- Sementara syarat puasa, satu di antaranya beragama Islam.
TRIBUNNEWS.COM - Sebentar lagi, Umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat No 2/ MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriyah.
Dalam keputusan tersebut, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M, sedangkan 1 Syawal pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
Meski demikian, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI belum mengumumkan jadwal resmi puasa. Biasanya, awal Ramadhan akan ditentukan setelah Sidang Isbat.
Sambil menunggu waktu puasa di Bulan Suci Ramadhan, tak ada salahnya kita mengetahui tentang rukun puasa dan syarat wajibnya.
Dikutip dari situs Baznas, rukun puasa Ramadhan adalah sebuah pilar yang harus dipahami setiap Muslim agar ibadah puasanya menjadi sah.
Apalagi kewajiban puasa termuat dalam firman Allah SWT, seperti disebutkan Al-quran.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqarah: 183).
Baca juga: Kapan Sidang Isbat Puasa 2026? Ini Jadwal Penetapan Awal Ramadhan 2026
Rukun Puasa
1. Niat
Niat puasa diartikan sebagai sebuah penegasan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Jadi, niat puasa dibaca setiap malam di bulan Ramadhan atau sebelum waktu fajar.
Bacaan Niat Puasa:
Nawaitu shauma ghadin an adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita ala
Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala.
2. Menahan Diri
Waktu berpuasa yang dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Ketika waktu tersebut, umat Muslim dianjurkan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
Adapun hal-hal yang membatalkan puasa adalah makan, minum, keluar air mani yang disengaja, muntah yang disengaja, haid dan nifas, dan keluar dari islam (murtad).
Baca juga: Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan 2026
Syarat Puasa
Ketika menjalani puasa Ramadhan, ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi, yakni sebagai berikut:
- Islam
Seseorang harus beragama Islam bila ingin menunaikan puasa Ramadhan.
- Sehat Jasmani dan Rohani
Ketika menjalani puasa pun, seseorang harus dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
Namun, bila dalam keadaan sakit, maka mereka akan diizinkan untuk tidak berpuasa dan dapat digantikan kemudian hari.
- Baligh
Puasa tidak diwajibkan bagi anak-anak yang belum mencapai usia baligh atau pubertas.
Namun, jika seseorang mencapai tingkat akal baliqh maka wajib menjalankan ibadah puasa.
- Bermukim
Dikutip dari dsi.acehprov.go.id, bermukim di sini artinya tidak dalam keadaan bersafar.
Sebagaimana dalam firman Allah Swt:
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (QS Al Baqarah 185).
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS)
Baca tanpa iklan