News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Tiga Bulan Pascabanjir Aceh, Luka Masih Basah tapi Perhatian Publik Menghilang

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAYU MENUMPUK - Material banjir bandang batu dan kayu gelondongan menumpuk di lokasi banjir bandang Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Kamis (8/1/2026). Material bebatuan dan tanah masih menempel di pemukiman penduduk. Di tengah luka yang belum pulih, usai 3 bulan banjir melanda Aceh perhatian publik dan atensi pemerintah justru kian meredup.

Janji pembangunan hunian layak sementara pun belum terealisasi hingga hampir memasuki bulan ketiga pascabencana. Konstruksi belum dimulai karena masih terkendala pencarian lahan.


Perhatian yang Tak Kunjung Datang

Novita menyebut, meski pemerintah pusat telah membentuk satuan tugas pemulihan dan rekonstruksi, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak wilayah terdampak yang luput dari prioritas.

Fokus penanganan pada satu daerah membuat kabupaten lain yang terdampak “lebih kecil” justru terabaikan, padahal dampaknya tetap signifikan bagi kehidupan warga.

“Masih basah luka itu dan sayangnya percakapan di publik. Kemudian juga atensi dari pemerintah juga memang bisa kita bilang sangat menurun jauh. Jadi kita perlu mempercakapkan kembali,” tegas Novita.

Tiga bulan pascabencana, Aceh masih bergulat dengan luka yang belum sembuh. 

Di saat sorotan kamera meredup, warga terus bertahan di tengah keterbatasan, menunggu perhatian yang tak kunjung datang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini