News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2029

AHY dan Gibran di Tengah Kontestasi Awal Menuju 2029

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DUET PILPRES 2029 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbincang-bincang di kediaman AHY, Jalan Prapanca Raya Nomor 10, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (22/10/2023) lalu.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana persaingan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gibran Rakabuming Raka mulai menguat dalam peta awal politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Meski tahapan pencalonan resmi masih beberapa tahun lagi, kedua figur kerap diperbandingkan karena merepresentasikan dua pendekatan kepemimpinan yang berbeda, yakni jalur institusional dan populis.

Sejumlah survei elektabilitas menunjukkan bahwa posisi AHY dan Gibran sebagai calon presiden masih berada di bawah sejumlah tokoh nasional lain.

Berdasarkan survei IndexPolitica Indonesia yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 terhadap 1.610 responden dengan margin of error ±1,6 persen, simulasi elektabilitas capres 2029 menempatkan Prabowo Subianto di posisi teratas dengan 40,12 persen.

Di bawahnya, Purbaya Yudhi Sadewa mencatat 22,50 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 13,40 persen dan Ganjar Pranowo 7,12 persen. Dalam survei yang sama, AHY memperoleh 5,12 persen, sementara Gibran Rakabuming Raka mencatat 4,80 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa hingga kini Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo masih memiliki peluang lebih besar untuk kembali muncul sebagai calon presiden. Keduanya dinilai masih memiliki basis pemilih tersendiri serta pengalaman politik nasional yang menjadi pertimbangan utama responden survei.

Founder Anabel Politik, Frans Simorangkir, menilai peta awal ini mencerminkan posisi strategis masing-masing tokoh dalam kontestasi jangka menengah.

“Data menunjukkan AHY dan Gibran belum dominan sebagai capres. Sementara figur seperti Anies dan Ganjar masih berada di lapisan atas bursa karena pengalaman, rekam jejak nasional, dan basis pemilih yang sudah terbentuk,” ujar Frans melalui pesan singkatnya, Selasa (20/2/2026).

Dari sisi karakter, AHY dinilai memiliki kelebihan berupa struktur partai yang relatif solid, pengalaman organisasi, serta citra sebagai figur yang tenang dan komunikatif.

Ia juga dinilai lebih mudah diterima oleh pemilih kelas menengah dan pemilih yang menekankan stabilitas serta tata kelola pemerintahan.

Namun, kelemahan AHY terletak pada pertumbuhan elektabilitas yang cenderung lambat serta persepsi sebagai figur elite yang belum sepenuhnya mengakar di pemilih akar rumput.

Sementara itu, Gibran memiliki keunggulan pada tingkat pengenalan publik yang tinggi, khususnya di kalangan pemilih muda dan masyarakat urban. Gaya komunikasinya yang sederhana membuatnya dekat dengan pemilih akar rumput. 

Meski demikian, Gibran masih menghadapi tantangan berupa isu dinasti politik serta pertanyaan mengenai kedalaman pengalaman dalam perumusan kebijakan strategis nasional.

Peta elektabilitas berubah ketika simulasi bergeser ke calon wakil presiden.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini