Ringkasan Berita:
- Generasi saat ini mandiri secara digital, tetapi rentan secara sosial dan emosional sehingga pendidikan perlu mengajarkan tidak hanya apa, tetapi juga mengapa dan bagaimana dengan tetap berlandaskan akhlak.
- Untuk memperkuat nilai kebersamaan, resiliensi, dan kepedulian lingkungan, Nurul Fikri menggelar kegiatan Fun Walk sebagai simbol gerak maju pendidikan berkelanjutan.
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Di era disrupsi digital, generasi sekarang disebut mandiri secara digital tapi rentan secara sosial-emosional.
Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, Muhammad Ichsan mengatakan tantangan pendidikan tidak lagi sekadar mengajarkan mengenai apa.
Pendidikan masa kini juga harus mengajarkan mengapa dan bagaimana.
“Tantangan pendidikan bukan lagi sekadar mengajarkan ‘apa’, tetapi ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’. Kita sedang mendidik generasi yang mandiri secara digital, namun rentan secara sosial-emosional. Karena itu, pendidikan ke depan harus lebih personal tanpa meninggalkan nilai akhlak yang menjadi fondasi,” kata Muhammad Ichsan..
Di Usia yang ke-42, Ichsan mengatakan pihaknya memilih menggelar jalan kaki (Fun Walk) bersama dalam memperkuat kebersamaan pada Minggu (8/2/2026)
Menurut Ichsan, tidak ada sekat jabatan dalam berjalan kaki.
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 2 SD Halaman 39 Kurikulum Merdeka
Semua bergerak dengan kecepatan yang sama di jalur yang sama, menuju tujuan yang sama.
"Ini mencerminkan egalitarianisme, sekaligus menegaskan pentingnya kesehatan fisik sebagai penopang ketahanan mental dan intelektual,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ichsan mengatakan pihaknya ingin menanamkan nilai resiliensi, harmoni dalam keberagaman, dan kesadaran lingkungan.
Jalan kaki dimaknai sebagai simbol gerak maju yang konsisten dan istiqamah terhadap pendidikan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Hal senada disampaikan M. Fauzi Nur Abdullah, orang tua siswa lainnya. Ia mengapresiasi pemilihan jalan kaki sebagai simbol ulang tahun.
“Luar biasa, meski cuaca kurang mendukung, seluruh peserta dari balita hingga anak SMP bisa berjalan bersama dari start sampai finish. Pemilihan jalan kaki ini menjadi simbol bahwa NF siap melanjutkan perjuangan besar ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Baca tanpa iklan