Ringkasan Berita:
- Mensos Saifullah Yusuf memastikan bansos korban bencana tetap disalurkan selama Ramadan 2026.
- Bantuan meliputi isi rumah, pemulihan ekonomi, dan jaminan hidup Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.
- Total anggaran bansos kebencanaan dan atensi disiapkan sekitar Rp2,3 triliun dengan data penerima diverifikasi daerah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau (Gus Ipul) memastikan bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana alam tetap disalurkan selama bulan Ramadan 2026, termasuk di wilayah Sumatera dan daerah lain di Indonesia yang terdampak bencana.
Gus Ipul mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk menyiapkan bansos adaptif kebencanaan.
"Kita sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Dalam Negeri sebagai ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk menyiapkan bansos bencana. Bansos adaptif untuk kebencanaan," ujar Gus Ipul di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Susi Pudjiastuti Soroti Bocah Akhiri Hidup Tak Tersentuh Bansos: Ya Allah, Ampuni Kami Lalai
Gus Ipul menjelaskan, saat ini Kementerian Sosial tengah melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran dan dapat segera disalurkan.
Dia merincikan bahwa terdapat beberapa jenis bantuan yang disiapkan, yaitu bantuan isi rumah sebesar Rp 3 juta per keluarga, untuk membantu kebutuhan dasar pascabencana.
Bantuan pemulihan ekonomi dan pemberdayaan sosial sebesar Rp 5 juta per keluarga.
Serta bantuan jaminan hidup (jadup) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, khususnya selama Ramadan, sebesar Rp 15.000 per orang per hari.
Bantuan jaminan hidup tersebut diberikan selama tiga bulan, sehingga nilainya mencapai Rp 450.000 per orang per bulan atau Rp 1,35 juta per orang untuk tiga bulan.
"Per orang per hari kali tiga bulan. Berarti satu bulannya per orang Rp450.000. Itu kali tiga bulan. Itu yang kami lakukan," tegas dia.
Gus Ipul menjelaskan bahwa nantinya penerima bantuan merupakan keluarga terdampak bencana yang namanya telah ditetapkan oleh bupati, wali kota, atau gubernur, serta ditandatangani Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang melibatkan Kapolres, Kajari, dan Dandim.
"Setelah datanya clear, kita akan salurkan. Nilainya sekitar Rp2,3 triliun untuk tiga-tiganya tadi ya, bantuan jaminan hidup dan sebagainya," ungkap dia.
Selain bansos kebencanaan, Kementerian Sosial juga menyiapkan bansos adaptif berupa atensi atau asistensi rehabilitasi sosial. Program ini ditujukan bagi keluarga rentan yang membutuhkan bantuan lanjutan.
"Kemudian ada tadi bansos adaptif yang atensi. Atensi itu asistensi rehabilitasi sosial. Jadi bagi ada keluarga-keluarga yang memang perlu bantuan. Nah ini ada paket-paket bantuan untuk memberikan mereka bantuan tahap pertama," tutur Gus Ipul.
Baca tanpa iklan