News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenapa Imlek Identik dengan Jeruk? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya

Penulis: Nurkhasanah
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pada masa Dinasti Tang dan Song, memberikan buah jeruk sebagai tanda niat baik selama festival sudah menjadi kebiasaan yang meluas. 

Biasanya, keluarga akan menyiapkan nampan berisi jeruk keprok bersama makanan simbolis lainnya seperti kue beras dan biji teratai untuk menyambut tahun baru Imlek dengan energi keberuntungan.

Baca juga: 5 Makanan Khas Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Indonesia, Ada Kue, Salad, hingga Buah

Simbolisme di Balik Jeruk dalam Tradisi Tiongkok

Makna jeruk dalam perayaan Tahun Baru Imlek melampaui sekadar penampilannya.

Kata Mandarin untuk jeruk mandarin, 'ju' (桔), terdengar hampir identik dengan 'ji' (吉), yang berarti 'keberuntungan' atau 'kemakmuran'. 

Demikian pula, kata untuk jeruk, 'cheng' (橙), menggemakan 'cheng' (成), yang berarti 'kesuksesan' atau 'pencapaian'. 

Kesamaan fonetik ini menjadikan jeruk sebagai simbol ideal untuk mengungkapkan harapan akan tahun yang beruntung dan makmur di masa mendatang.

Selain simbolisme suara, karakteristik fisik buah jeruk juga memperkuat konotasi positifnya, yakni:

  • Warna: Kulit jeruk yang cerah menyerupai emas, melambangkan kekayaan dan kelimpahan.
  • Bentuk: Buah bulat melambangkan kesempurnaan, persatuan keluarga, dan pembaruan siklus.
  • Aroma: Aroma segar jeruk dipercaya dapat membersihkan ruangan dan mengusir energi negatif.
  • Daun masih menempel: Jeruk mandarin yang dijual dengan daun hijau yang masih utuh melambangkan umur panjang dan vitalitas.

Praktisi feng shui sering merekomendasikan menempatkan mangkuk berisi jeruk di ruang tamu atau dekat pintu masuk untuk meningkatkan aliran energi dan menarik peluang finansial. 

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini