Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo menggelar rapat membahas percepatan pengembangan teknologi penanganan sampah skala kecil.
- Teknologi yang dikembangkan kampus ini dapat mengolah sampah menjadi pasir atau debu dan ditargetkan selesai tahun ini.
- Nantinya, fasilitas berkapasitas 10 ton per hari itu akan ditempatkan di tingkat kelurahan untuk mengurangi pengangkutan sampah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto membahas penanganan sampah dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, (11/2/2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan bahwa dalam rapat tersebut, Presiden meminta pengembangan teknologi penanganan sampah skala kecil agar dipercepat.
"Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," katanya usai rapat.
Pemerintah bekerjasama dengan sejumlah kampus saat Ini sedang mengembangkan teknologi penanganan sampah skaka kecil. Pengembangan teknologi tersebut rencananya akan rampung pada tahun ini.
"Jadi ada beberapa teknologi yang sudah berjalan dikembangkan oleh beberapa kampus," katanya.
Brian mengatakan teknologi penanganan sampah yang dikembangkan terdiri dari berbagai macam. Mulai dari teknologi mengubah sampah atau limbah menjadi gas syntesis atau gasifikasi, serta teknologi plasma.
"Ya, ini teknologinya tentu kita akan lihat ya ada gasifikasi, kemudian plasma-assisted, plasma dingin dan sebagainya. Kita akan assess lagi mana yang paling baik," katanya.
Pengembangan teknologi penanganan sampah skala mikro ini pararel dengan pengembangan teknologi penanganan sampah 'waste to energy' yang juga sedang dikerjakan pemerintah.
"Ini kita akan percepat, kita akan uji coba sehingga nanti pengolahan sampah selain yang waste to energy juga akan ada penanganan sampah skala mikro," tuturnya.
Berbeda dengan proyek waste to energy, teknologi penanganan sampah skala mikro ini tidak menghasilkan energi. Sampah diolah menjadi pasir atau debu yang bisa dimanfaatkan kembali.
Baca juga: Kondisi TPA Putri Cempo Solo: Sampah Meluber Dekati Pemukiman, Warga sampai Mengungsi
"Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik. Jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu ya yang nanti bisa dipakai untuk mencampur, dicampur pasir untuk apa trotoar, untuk semen dan sebagainya," katanya.
Brian mengatakan proyek tersebut nantinya akan melibatkan Danantara. Apabila teknologi penanganan sampah skala kecil ini rampung, bisa ditempatkan di setiap kelurahan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan juga pemerintah daerah.
"Betul, betul di tingkat kelurahan," katanya.
Brian mengatakan teknologi penanganan sampah skala mikro yang sedang dikembangkan ini memiliki kapasitas 10 ton per hari. Jumlah kapasitas tersebut dinilai mampu untuk menangani sampah di desa atau kelurahan.
"Harapannya juga dengan begitu tidak ada mobilitas, mobilisasi sampah sehingga nanti lebih mengurangi ya. Jadi sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh gitu ya, jadi semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan," pungkasnya.
Baca tanpa iklan