Ringkasan Berita:
- Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan dari dua rektor PTN di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.
- Pada Senin sore, 9 Februari 2026, Seskab Teddy bertemu dengan Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Ir Heri Hermansyah ST MEng IPU.
- Pada Selasa sore, 10 Februari 2026, Teddy menerima kehadiran Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Suharnomo SE MSi.
TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan dari dua rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.
Pada Senin sore, 9 Februari 2026, Seskab Teddy bertemu dengan Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Ir Heri Hermansyah ST MEng IPU.
"Dalam pertemuan tersebut dibahas upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong peningkatan peringkat universitas dalam negeri melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, serta kerja sama dengan universitas ternama dunia, termasuk dengan perguruan tinggi di Inggris Raya," seperti dikutip dari keterangan Sekretariat Kabinet, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan keterangan itu, Prof. Heri memaparkan berbagai capaian dari UI, seperti keberhasilannya menembus peringkat 189 dunia dalam QS World University Rankings 2026, naik dari posisi 206 pada tahun sebelumnya.
"Capaian ini mengukuhkan posisi UI sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia sekaligus memperkuat daya saingnya di kawasan Asia Tenggara," ungkapnya.
Selain itu, Teddy juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar UI terus meningkatkan kinerja pada indikator kualitas riset (research quality) serta reputasi lulusan di pasar kerja global (employer reputation) untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.
Sehari kemudian, pada Selasa sore, 10 Februari 2026, Teddy menerima kehadiran Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Suharnomo SE MSi.
Baca juga: Seskab: Prabowo Pantau Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Pejabat Diminta Update Berkala
Pada pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet itu, dibahas mengenai program Undip yang kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan memperkuat program nol sampah di seluruh area kampus.
"Salah satu kampus terbesar di Indonesia ini menerapkan sistem pengelolaan sampah inovatif yang mengolah limbah menjadi solar, sehingga limbah organik dan non-organik diubah menjadi energi yang bermanfaat," bunyi keterangan tersebut, Kamis (12/2/2026).
Strategi itu membuat Undip sukses memastikan tak ada sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di luar kampus sekaligus memberi contoh pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan.
"Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kesadaran lingkungan bisa berjalan seiring demi menciptakan kampus yang bersih, hijau, dan produktif," terangnya.
(Tribunnews.com/Deni)
Baca tanpa iklan