News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Soal Program MBG, Prabowo: Profesor-profesor Terkenal Ejek Saya dan Dituduh Macam-macam

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri sekaligus 18 gudang ketahanan pangan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) pagi. /Youtube Sekretariat Presiden

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polri sekaligus 18 gudang ketahanan pangan di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) pagi.

SPPG ini merupakan unit layanan dapur umum di lingkungan Polri yang bertugas mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar sekolah dasar dan menengah.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan program MBG sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat Indonesia, terutama kalangan tak mampu secara ekonomi.

Prabowo curhat saat meluncurkan program MBG pertama kali.

"Waktu saya melancarkan program ini saya diejek. Saya dijelek-jelekin. Saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti," kata Prabowo.

Bahkan, menurut Prabowo, pihak yang banyak mengejek adalah orang-orang terdidik.

"Profesor-profesor terkenal mengejek saya dan meramalkan program ini pasti gagal dan menghambur-hamburkan uang," kata Prabowo.

"Operasi ini kampanye ini menjelek-jelekin presiden yang dipilih langsung rakyat.  Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin biasa tapi sesuatu yang menyerang yang sangat diperlukan orang-orang yang belum kuat ekonominya sunggung menyedihkan bagi saya," kata Prabowo menambahkan.

Prabowo yakin berada di jalan yang benar terkait program MBG.

"Saya yakin tujuan kita baik," kata Prabowo.

Atasi Stunting

Prabowo mengatakan program MBG bertujuan baik terutama untuk mengatasi anak-anak Indonesia yang mengalami stunting.

"Kurang gizi yang berakibat ke sel-sel kita tidak berkembang baik, sel otak, tulang, otot tidak berkembang dengan baik.  Jadi stunting juga akibat dari proses kemiskinan rakyat Indonesia," ujarnya.

Prabowo mengatakan 25 persen dari anak-anak Indonesia mengalami stunting dan oleh karena itu salah satu caranya dengan menyediakan makanan bergizi.

"Tidak bisa kita teori saja dengan kata-kata, program indah saja. Kita harus laksanakan teori itu," ujarnya.

"Akhirnya saya belajar dan belajar bangsa dari lain bahwa memang satu-satunya jalan intervensi langsung pemerintah ke anak-anak dan orang tuanya yang tidak berdaya," ujar Prabowo.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini