News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pelajar Tewas di Maluku

Cek TKP Penganiayaan Pelajar di Tual, Kompolnas Tegaskan Proses Pidana Berjalan

Penulis: Gita Irawan
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PELAJAR TEWAS DIANIAYA – Komisioner Kompolnas M Choirul Anam mengecek tempat kejadian perkara (TKP) kasus anggota Brimob, Bripda Masias, diduga menganiaya pelajar Arianto Tawakal (14) hingga tewas di Tual, Maluku, Rabu (25/2/2026). Ia menegaskan proses pidana terhadap Bripda Masias akan berjalan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisioner Kompolnas M Choirul Anam mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kasus anggota Brimob Bripda Masias yang menganiaya pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs), Arianto Tawakal alias AT (14), hingga tewas di Tual, Maluku, Rabu (25/2/2026).

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di ruas Jalan RSUD Maren Hi Noho Renuat, Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, saat patroli cipta kondisi dini hari, Kamis (19/2/2026).

Dalam video yang diterima dari Anam, ia tampak berdiri di ruas jalan aspal yang panjang dan sepi.

Dalam foto lain, terlihat dirinya berada di sisi jalan dengan sebuah cone dan papan penunjuk angka 01 berwarna kuning.

Anam menjelaskan pemeriksaan TKP dilakukan untuk memastikan putusan sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri yang menjatuhkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Bripda Masias didukung informasi kredibel.

“Setelah kita cek, informasinya lengkap, konstruksi peristiwanya juga lengkap. Oleh karenanya putusan pemecatan bisa diartikan dengan informasi yang cukup,” kata Anam.

Ia menambahkan, pihaknya berdialog dengan kepolisian setempat terkait proses pidana terhadap Bripda Masias.

“Sekarang proses ini sedang digarap oleh rekan-rekan Reskrim agar pemberkasan segera diproses cepat,” ujarnya.

“Komitmennya kami komunikasi dengan Kapolda, Direktur, dan Kapolres, semakin cepat semakin bagus,” lanjutnya.

Anam juga berkomunikasi dengan warga sekitar TKP dan menyoroti adanya problem sosial.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya Kepolisian,” katanya.
Ia berharap proses akuntabel dan transparan dapat memberi keadilan bagi keluarga korban.

“Semoga keadilan bagi keluarga korban semakin terang, semakin cepat, dan sesuai harapan keluarga,” ujarnya.

Keluarga korban, menurut Anam, berterima kasih atas proses yang transparan, meski tetap menunggu hasil akhir putusan pidana.

Baca juga: Bocah di Sukabumi Diduga Disiksa Sejak 2023, Ibu Tiri Resmi Jadi Tersangka

 

Kronologi: Diduga Dihantam Helm Taktikal

Peristiwa terjadi saat patroli cipta kondisi dini hari, Kamis (19/2/2026). Bripda Masias bersama tim Brimob Batalyon C Pelopor menyisir kawasan Mangga Dua Langgur menggunakan kendaraan taktis.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini