News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komisi VI DPR Batal Rapat Gara-gara Dirut Agrinas Tak Datang, Anggota Dewan Geram

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAPAT DPR AGRINAS - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menunda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ringkasan Berita:

  • DPR RI menunda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota.
  • Penundaan ini dipicu oleh ketidakhadiran Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo, yang beralasan sakit.
  • Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, menyoroti sikap Agrinas yang dinilai tidak menganggap penting forum RDP tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menunda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota.

Rapat sedianya digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Penundaan ini dipicu oleh ketidakhadiran Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo, yang beralasan sakit.

Mulanya rapat dibuka oleh Ketua Komisi VI DPR, Anggia Erma Rini.

Dia memaparkan agenda rapat hari itu yakni evaluasi progres, strategi operasional, hingga sistem pengawasan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (GDKMP).

Namun Wakil Ketua Komisi VI DPR, Nurdin Halid, langsung melayangkan interupsi.

Ia mempertanyakan keberadaan pimpinan tertinggi PT Agrinas dalam rapat tersebut. 

"Ini perlu kita pertanyakan dulu ini. Ini rapat ini penting ini, sangat penting, super penting. Kenapa Dirut Agrinas tidak hadir?" tanya Nurdin.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari PT Agrinas menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa sang Dirut mendadak mengalami demam. 

"Untuk Bapak Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini dalam kondisi sakit. Semalam sebenarnya pas saat kami rapat itu sudah berjaket dan sudah berkeringat dingin dan setelah kembali demam tinggi," ujarnya. 

Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, menyoroti sikap Agrinas yang dinilai tidak menganggap penting forum RDP tersebut. 

Hal ini, menurut Herman, berbanding terbalik dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir tepat waktu beserta seluruh jajaran eselon dan wakil menterinya.

"Kami ingin tahu, dari mana anggaran untuk membangun gerai-gerai itu? Kami juga mendapat keluhan banyak dari para kepala desa. Nah, kalau tidak sinkron antara anggaran APBN dengan anggaran yang digunakan oleh Agrinas, maka kami ingin tahu seperti apa mekanismenya," ucap Herman. 

Kritik yang lebih tajam datang dari Anggota Komisi VI DPR lainnya, Mufti Anam.

Ia mengaku kecewa dengan alasan pimpinan Agrinas yang berubah-ubah. 

Menurutnya pada pukul 10.45 WIB, Dirut Agrinas sempat mengonfirmasi akan hadir namun beberapa menit kemudian berubah pikiran dan akhirnya menyatakan sakit.

"Kami minta ini ditunda keseluruhannya pimpinan. Karena kami tidak mau saling lempar tanggung jawab antara Dirut Agrinas dengan Kementerian Koperasi. Karena kita tahu dari 105.000 kendaraan yang diimpor dari India, yang kami di Komisi VI tidak pernah tahu sekalipun, pagi-pagi kami terima berita dari media bahwa impor 105 mobil begitu, 105.000 mobil. Nah pada kesempatan ini kami tentu sangat kecewa," tegasnya. 

Anggota Komisi VI Sturman Panjaitan bahkan mengusulkan agar DPR mengirimkan tim dokter independen untuk mengecek kondisi Joao Angelo. 

"Saya menginginkan kalau boleh, kita cek ke sana Pak, Bu. Kita datangkan tim ke sana, meyakinkan kesehatan beliau benar-benar prima. Jangan sampai kalau sakit terus kita ajak kemari kasihan. Tapi kalau nggak sakit nggak mau datang itu yang kasihan juga kita gitu lho," tutur Sturman. 

Merespons dinamika tersebut, Ketua Komisi VI Anggia Erma Rini akhirnya mengambil keputusan. 

Ia mengapresiasi kesiapan Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk melanjutkan rapat, namun Anggia sepakat dengan suara mayoritas anggota dewan bahwa rapat tidak bisa dilanjutkan tanpa kehadiran Dirut Agrinas.

"Dengan demikian rapat kita tunda dan akan kita beritahukan dengan informasi berikutnya," ungkapnya. 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini