News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lestari Moerdijat Ingatkan Pentingnya Kesiapan Transportasi dan Keamanan Pemudik

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat memberi sambutan pada acara Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa: Perempuan, Disabilitas dan Media Penyiaran yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/8).

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 harus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan warga negara.

“Kesiapan sarana dan prasarana transportasi yang dilalui para pemudik harus dipastikan aman dan nyaman oleh semua pihak terkait, demi merealisasikan langkah perlindungan bagi setiap warga negara di masa libur Lebaran,” kata Lestari saat membuka diskusi daring bertema Persiapan Mudik Lebaran 2026 yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (11/3).

Diskusi yang dimoderatori Nur Amalia, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI, menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor transportasi dan penegakan hukum. Mereka Para tokoh yang hadir antara lain Brigjen Pol. Faizal selaku Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Prasetyadi (Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo), Awan Hermawan Purwadinata (Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia/KAI), serta Sulistyo Yulianto (GM PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Ahmad Yani Semarang).

Selain itu, hadir pula Haris Muhammadun selaku Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia dan Iis Zatnika dari Media Indonesia sebagai penanggap.

Lestari mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai mempersiapkan layanan mudik Lebaran 2026 sejak dini. Salah satunya melalui kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai memberi fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.

Rerie—sapaan akrab Lestari—berharap kebijakan tersebut dapat membuat perjalanan mudik tahun ini lebih aman dan nyaman dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga mengingatkan agar para pemudik meningkatkan kewaspadaan, mengingat dampak krisis iklim saat ini kerap memicu cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi perjalanan.

Menurut anggota Komisi X DPR RI itu, upaya mewujudkan mudik yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, operator transportasi, maupun masyarakat.

Baca juga: Lestari Moerdijat: Hari Perempuan Internasional Momentum Perkuat Kesetaraan Perempuan

Siapkan Puluhan Ribu Perjalanan Kereta

Direktur Operasi PT KAI, Awan Hermawan Purwadinata, mengungkapkan masa angkutan mudik tahun ini berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

PT KAI telah melakukan berbagai persiapan teknis terhadap kereta dan fasilitas pendukung agar seluruh layanan siap beroperasi selama periode mudik.

Pada mudik Lebaran 2026, frekuensi perjalanan kereta api diperkirakan meningkat sekitar 2,1 persen atau mencapai 49.866 perjalanan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, kapasitas angkut kereta api juga meningkat sekitar 5,4 persen menjadi 61,88 juta tempat duduk.

Selain menambah kapasitas layanan, PT KAI juga kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat, termasuk fasilitas bagi pemudik yang membawa sepeda motor.

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengecekan kesiapan sejumlah jalur mudik dan arus balik.

Menurut Faizal, pelaksanaan mudik tahun lalu berjalan cukup baik, namun angka kecelakaan masih didominasi kendaraan roda dua.

Karena itu, ia mengapresiasi berbagai program mudik gratis yang diselenggarakan sejumlah pihak, termasuk PT KAI, karena dapat membantu menekan risiko kecelakaan bagi pemudik sepeda motor.

Faizal menegaskan bahwa kunci keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini adalah koordinasi dan sinergi semua pihak agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan nyaman.

Mengantisipasi Lonjakan Aktivitas Pelabuhan

Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Prasetyadi, mengungkapkan bahwa menjelang libur Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas pengangkutan barang di sejumlah pelabuhan.

Untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan logistik, Pelindo menerapkan sistem manajemen lalu lintas dan kapasitas di area pelabuhan.

Selain itu, Pelindo juga menyiapkan buffer zone di sekitar pelabuhan guna mencegah kemacetan serta menerapkan sistem pemesanan (booking system) untuk mempermudah pengguna layanan kapal laut.

Selaras dengan itu, GM PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, juga  mengatakan Bandara Ahmad Yani menjadi salah satu gerbang utama transportasi udara di Jawa Tengah serta titik transit menuju sejumlah kota di Jawa Timur.

Bandara tersebut melayani sekitar 6,9 juta penumpang per tahun dengan jam operasional setiap hari pukul 07.00 hingga 21.00.

Saat ini, Bandara Ahmad Yani melayani 13 rute penerbangan domestik serta dua rute internasional menuju Kuala Lumpur dan Singapura.

Sulistyo menambahkan, sejumlah posko mudik juga telah disiapkan di bandara dan sekitarnya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai puncak pada 19 Maret 2026.

Selama periode mudik tahun ini, pergerakan penumpang di Bandara Ahmad Yani diperkirakan mencapai sekitar 154 ribu orang.

Baca juga: Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Arah dan Langkah Bersama Bangun Ekosistem Pendidikan Tinggi

Momentum Perbaikan Tata Kelola Mudik

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia, Haris Muhammadun, mengingatkan bahwa berbagai persiapan yang dilakukan operator transportasi umumnya didasarkan pada estimasi.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, realisasi jumlah pemudik sering kali lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan awal.

Karena itu, menurut Haris, kemampuan antisipasi menjadi sangat penting untuk menghadapi lonjakan jumlah kendaraan dan pemudik selama masa libur Lebaran.

Ia juga menilai prediksi sekitar 52,8 persen pemudik menggunakan mobil pribadi perlu diantisipasi dengan menyiapkan jalur alternatif di luar jalan tol.

Wartawan Media Indonesia, Iis Zatnika, menilai tren penurunan jumlah pemudik dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi peluang untuk memperbaiki tata kelola layanan mudik.

Menurutnya, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Iis menekankan pentingnya pemanfaatan dashboard informasi, media sosial, serta media arus utama untuk meningkatkan kualitas layanan mudik. Ia juga berharap penyelenggaraan mudik Lebaran tidak hanya aman dan lancar, tetapi juga mulai mengarah pada konsep mudik yang lebih ramah lingkungan.

Wartawan senior Saur Hutabarat menilai berbagai persiapan operator transportasi yang cukup baik menjelang libur Lebaran dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat. Menurutnya, mudik merupakan peristiwa kultural yang dilakukan masyarakat Indonesia setiap tahun.

Karena itu, berbagai pihak perlu terus memastikan agar tradisi tahunan tersebut dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pemudik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini