TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming buka suara terkait permintaan maaf tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Presiden Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) Rismon Sianipar.
Gibran mengatakan bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang baik untuk bisa saling memaafkan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Kamis, (12/3/2026).
Wapres Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi.
Wapres juga menghormati Rismon yang bersedia meninjau kembali pernyataan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut yang sempat disampaikan kepada publik.
Langkah tersebut kata Gibran menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Baca juga: Temui Jokowi di Solo, Rismon Akui Penelitiannya soal Ijazah Keliru: Tak Ada Pengaruh Siapapun
Rismon Sianipar Minta Maaf
Peneliti digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dan keluarganya terkait temuan yang sebelumnya ia sampaikan dalam buku Jokowi's White Paper.
Dalam klarifikasinya secara terbuka, Rismon menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil kompilasi dari beberapa penulis, yakni dirinya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.
Ia mengatakan dari lebih 700 halaman dalam buku tersebut, sekitar 400 halaman merupakan bagian yang ia tulis sendiri.
"Seperti yang kalian ketahui, bahwa RRT, Roy, Rismond, dan TIPA itu menuliskan buku Jokowi's White Paper di mana 400 halaman lebih saya tuliskan dari 700 halaman di buku tersebut," kata Rismon seperti dikutip dari YouTube Balige Academy yang tayang pada Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap penulis melakukan penelitian secara independen tanpa saling bergantung satu sama lain.
"Masing-masing tidak ada ketergantungan. Masing-masing melakukan penelitiannya secara independen," ujarnya.
Namun, dalam proses penelitian tersebut, Rismon mengakui terdapat kekeliruan yang dipicu oleh keterbatasan data yang digunakan dalam analisisnya.
Baca tanpa iklan