TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa dalam pertemuan itu Prabowo membahas langkah-langkah strategis mengenai rencana penghematan energi di berbagai sektor.
"Sebagai antisipasi atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global," ungkapnya melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Kamis.
Lebih lanjut, Prabowo meminta agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik untuk menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri.
"Presiden menginstruksikan agar efisiensi difokuskan pada beberapa sektor spesifik guna menjaga stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri," paparnya.
Pada unggahan tersebut, tampak sejumlah sosok yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Pemerintah Hadapi Konflik
Terpisah, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) menilai saat ini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang dihadapkan pada dilema dalam menyikapi dampak dari konflik Timur Tengah.
Dilema yang dihadapi antara memilih mengurangi belanja negara atau menaikkan defisit (utang) alias memutuskan tetap membelanjakan banyak uang di tengah penerimaan yang menurun.
“Memang ya, pemerintah mengalami dilema-dilema yang seperti saya lihat. Kalau biayanya kan cuma dua yang bisa menyelesaikan ini, mengurangi belanja atau berusaha menaikkan penerimaan,” kata JK di Kantor Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).
“Ini penerimaan dalam keadaan ekonomi begini sulit, karena pajak menurun. Ekonomi menurun berarti pajak menurun. Jadi satu-satunya cara ialah cuma dua kemungkinan. Menurunkan belanja atau terpaksa menaikkan defisit,” lanjut JK.
Diketahui beberapa negara sudah mengambil langkah antisipasi dampak perluasan konflik di Timur Tengah.
Baca juga: Prabowo Ungkap Alasan Pangkas Anggaran Belanja Tak Produktif: Kalau Tidak, Jadi Korupsi
Pakistan, jadi negara yang melakukan penghematan energi dengan cara memberlakukan work from home (WFH) bagi pekerja pemerintahan dan swasta, belajar daring bagi pelajar, memotong gaji pejabat hingga memotong waktu bekerja dari 5 hari ke 4 hari.
Menurut JK, pemerintah hanya punya 2 pilihan, menaikkan defisit atau menurunkan belanja negara.
Ia melihat opsi yang diambil pemerintah adalah menurunkan belanja negara agar defisit tidak membengkak melampaui 3 persen.
Baca tanpa iklan