News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahli Epidemiologi Sebut Godzilla El Nino Bisa Picu Peningkatan Risiko Kesehatan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI EL NINO - Potret ilustrasi kekeringan akibat cuaca panas. Dicky Budiman, ahli epidemiologi mengungkapkan fenomena godzilla el nino bukan sekadar isu cuaca, juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fenomena perubahan iklim kembali menjadi sorotan menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Sejumlah lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan potensi kemunculan fenomena El Nino yang disebut-sebut sebagai “Godzilla El Nino 2026”.

Dicky Budiman, ahli epidemiologi sekaligus pakar kesehatan lingkungan dan Global Health Security mengungkapkan bahwa fenomena ini bukan sekadar isu cuaca, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa secara ilmiah, kondisi El Nino tahun ini berpotensi memperpanjang musim kemarau dengan intensitas yang meningkat.

“Kemarau ini memang berpotensi lebih, durasinya lebih panjang dengan probabilitas El Nino yang lemah menuju kuat meningkat," kata Dicky dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Bangkit dari El Nino, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD

Kondisi tersebut memicu berbagai dampak lingkungan, mulai dari kekeringan, gelombang panas, hingga penurunan kualitas udara.

Tidak hanya itu, fenomena ini juga menghadirkan kondisi yang disebut sebagai multi hazard atau ancaman berlapis terhadap kesehatan.

Kombinasi Panas, Polusi, dan Hujan Sporadis

Dalam menghadapi El Nino, masyarakat tidak hanya menghadapi panas ekstrem, tetapi juga polusi udara dan anomali cuaca.

Meski musim kemarau, hujan tetap bisa terjadi secara sporadis.

Baca juga: Dampak El Nino, Pasokan Kakao Terganggu, Harga Coklat Dunia Diramal Melonjak

Hal ini membuat lingkungan menjadi tidak stabil dan meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

“Ini yang menciptakan kondisi multi hazard namanya ya. Hazard ini ancaman terhadap atau risiko kesehatan. Berupa panas, suhu panas, kering, polusi, hujan sporadis," imbuhnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya polusi udara saat musim kemarau. Debu yang beterbangan akibat cuaca kering turut memperburuk kualitas udara.

Bahkan, disebutkan bahwa kadar polusi dapat meningkat hingga puluhan kali di atas standar yang ditetapkan oleh World Health Organization.

Risiko Kesehatan Mengintai, dari Heat Stroke hingga Penyakit Paru

Dampak kesehatan dari fenomena ini dinilai sangat kompleks.

Paparan panas ekstrem dapat memicu berbagai gangguan serius seperti kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga heat stroke yang berpotensi fatal.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini