Sementara itu, Binus berada di posisi kedua PTS dengan peringkat ke-13 nasional.
Selain itu, sejumlah kampus lain seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga konsisten berada di jajaran atas. Adapun Universitas Trisakti tercatat berada di kisaran peringkat ke-17 PTS nasional.
Tren ini menunjukkan bahwa persaingan antarperguruan tinggi kini semakin bergeser ke ranah digital. Kampus dengan strategi publikasi yang kuat dan visibilitas tinggi cenderung lebih unggul dalam pemeringkatan global.
Meski demikian, sejumlah pengamat pendidikan tinggi menilai Webometrics memiliki keterbatasan.
Penilaian yang berfokus pada kehadiran digital dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas pembelajaran, kurikulum, maupun kompetensi lulusan.
Karena itu, hasil Webometrics umumnya digunakan sebagai indikator pelengkap, berdampingan dengan pemeringkatan lain seperti QS World University Rankings atau Times Higher Education (THE) yang lebih menitikberatkan pada reputasi akademik dan kualitas riset.
Di tengah meningkatnya kompetisi global, visibilitas digital tetap menjadi faktor strategis. Selain memperluas jangkauan riset, hal ini juga membuka peluang kolaborasi internasional dan meningkatkan daya tarik perguruan tinggi di mata mahasiswa asing.
UMB menyatakan akan terus memperkuat ekosistem riset berbasis digital guna meningkatkan kontribusi akademik di tingkat global.
“Kami akan terus memperkuat ekosistem riset berbasis digital guna meningkatkan kontribusi akademik di tingkat global,” kata Andi Adriansyah.
Baca tanpa iklan