Ringkasan Berita:
- Penerapan sistem satu arah (one way) menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan
- Layanan cek kesehatan gratis telah disiapkan di berbagai titik perjalanan seperti rest area dan pos kesehatan
- Pengemudi yang lelah dan mengantuk merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Oleh karenanya diimbau beristirahat setiap tiga jam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memperkuat pengamanan arus balik Lebaran 2026 dengan mengombinasikan rekayasa lalu lintas dan layanan kesehatan guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan sehat.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat setelah libur Idulfitri, terutama di jalur-jalur utama arus balik.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa penerapan sistem satu arah (one way) menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan.
“Penerapan jalur satu arah ini merupakan upaya untuk mengurai kepadatan arus balik sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kami ingin memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan lancar,” ujar Pratikno dikutip dari laman resmi, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: One Way Diperluas, GT Cikampek Utama Siaga Hadapi Lonjakan Arus Balik
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kelancaran arus balik tahun ini.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ini adalah bentuk inovasi bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Cek Kesehatan Gratis Jadi Fokus Utama
Selain pengaturan lalu lintas, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada kondisi kesehatan pemudik, khususnya pengemudi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa layanan cek kesehatan gratis telah disiapkan di berbagai titik perjalanan seperti rest area dan pos kesehatan.
“Kami ingin memastikan masyarakat kembali dari mudik dalam kondisi sehat dan selamat. Pemerintah telah menyiapkan layanan cek kesehatan gratis, khususnya bagi para pengemudi karena mereka sangat menentukan keselamatan perjalanan,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi fisik pengemudi sangat berpengaruh terhadap keselamatan selama perjalanan jauh.
Pengemudi Lelah Masih Jadi Risiko
Pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya istirahat berkala saat perjalanan.
“Kami mengimbau pengendara untuk beristirahat setiap 3 jam. Pengemudi yang lelah dan mengantuk merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas,” tambah Budi.
Dengan edukasi ini, diharapkan masyarakat lebih sadar untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan.
Angka Kecelakaan Turun
Upaya gabungan antara rekayasa lalu lintas dan layanan kesehatan mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah mencatat adanya penurunan angka kecelakaan selama periode mudik dan arus balik tahun ini.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi yang baik, angka kecelakaan turun drastis tahun ini,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan moda transportasi yang lebih aman, seperti pengangkutan sepeda motor menggunakan kereta api, guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan minim risiko, sekaligus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia demi keselamatan bersama.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan