Ringkasan Berita:
- Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan ditargetkan mencapai 850 hingga 1.100 hektar dalam kurun waktu hingga 2029 mendatang.
- Dari total luas KIPP yang mencapai 6.600 hektar, pengembangan area terbangun akan difokuskan pada pusat pemerintahan dan wilayah sekitarnya.
- Sementara target jumlah pemindahan ASN di IKN sebanyak 1.700 sampai 4.100 ASN.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) ditargetkan mencapai 850 hingga 1.100 hektar dalam kurun waktu hingga 2029 mendatang.
Target tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Otorita IKN 2025-2029 yang mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2025.
Baca juga: Proyek Jalan West Residence IKN oleh PTPP Lampaui Target, Progres Tembus 65,85 Persen
Basuki memaparkan, dari total luas KIPP yang mencapai 6.600 hektar, pengembangan area terbangun akan difokuskan pada pusat pemerintahan dan wilayah sekitarnya.
"Terdapat beberapa indikator dalam Perpres 117 tahun 2025 tersebut dan target yang telah dituangkan juga ke dalam rencana strategis Otorita IKN 2025-2029 di antaranya, pertama adalah target area kawasan inti pusat pemerintahan dan sekitarnya yang terbangun seluas 850 sampai 1.100 hektar," kata Basuki dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Selain pengembangan lahan, Basuki juga mengungkapkan target pemindahan personel Aparatur Sipil Negara (ASN) ke ibu kota baru tersebut.
Tak hanya bergantung pada APBN, Otorita IKN juga mengejar partisipasi aktif dari sektor non-pemerintah.
"Kedua, target jumlah pemindahan ASN di IKN sebanyak 1.700 sampai 4.100 ASN. Nilai investasi sektor swasta di IKN sebesar Rp 70 triliun," ujarnya.
Baca tanpa iklan