News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

SNBP 2026

Tak Lolos SNBP, Harus Apa? Ini Jawaban dari Dosen Psikologi

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GAGAL SNBP - Dosen Psikologi Wieka Dyah Partasari menyebut rasa kecewa, sedih, hingga marah karena tidak lolos SNBP adalah hal wajar. Emosi tersebut perlu 'diakui' agar bisa diproses dengan sehat dan tidak berdampak negatif ke depannya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) kerap menjadi momen penuh harapan bagi siswa kelas 12. 

Namun, ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, munculnya perasaan sedih, kecewa, hingga marah adalah hal yang wajar.

Dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, menegaskan bahwa emosi tersebut merupakan bagian dari proses yang sehat dan perlu diakui.

“Perasaan kecewa, sedih, atau marah setelah tidak lolos SNBP adalah hal yang wajar. Emosi tersebut perlu diakui, bukan dihindari, agar dapat diproses dengan baik dan tidak berdampak negatif dalam jangka panjang,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, kemampuan mengelola emosi menjadi kunci penting agar siswa dapat kembali fokus dan melangkah ke tahap berikutnya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola kekecewaan dan bangkit kembali:

1. Terima perasaan kecewa

Tidak perlu memaksakan diri untuk terlihat kuat. Merasa sedih, bahkan menangis, adalah respons yang manusiawi.

"Memberi ruang pada emosi justru membantu proses pemulihan berjalan lebih sehat dibanding memendamnya," katanya.

2. Jangan dipendam sendiri

Setelah perasaan mulai mereda, cobalah berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, seperti orang tua, sahabat, atau guru.

"Dukungan emosional dari lingkungan terdekat dapat membantu meringankan beban," kata Wieka.

3. Lakukan aktivitas yang menenangkan

Menurut Wieka, setiap orang memiliki cara berbeda untuk menenangkan diri.

Mendengarkan musik, berolahraga, menulis, atau sekadar mengambil waktu sendiri bisa membantu menstabilkan emosi dan menjernihkan pikiran.

4. Mulai pikirkan langkah berikutnya

Wieka mengingatkan, gagal SNBP bukan akhir dari segalanya karena masih ada berbagai jalur lain seperti SNBT, jalur mandiri, atau perguruan tinggi swasta.

"Penting untuk kembali fokus pada tujuan dan minat, bukan sekadar nama kampus," katanya.

5. Kenali pilihan sebelum memutuskan

Cari informasi sebanyak mungkin tentang kampus dan jurusan yang diminati.

"Informasi bisa diperoleh dari situs resmi, alumni, hingga kegiatan seperti open house yang diadakan kampus, agar keputusan yang diambil lebih matang," katanya.

Dengan pengelolaan emosi yang tepat dan perencanaan yang matang, kata dia kegagalan dalam SNBP dapat menjadi titik awal untuk menemukan jalan yang lebih sesuai di masa depan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini