"Kami tentu akan menyesuaikan dengan pemerintah, karena bagaimanapun keputusan-keputusan itu juga kan harus beriringan. Dalam situasi krisis, dalam situasi yang membutuhkan kebersamaan, DPR dan pemerintah harus kompak," katanya.
Herman pun optimistis tekanan akibat krisis energi global ini bersifat sementara dan akan mereda seiring membaiknya kondisi geopolitik serta normalisasi rantai pasok energi dunia.
"Artinya ini menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melewati masa ini, karena insya Allah kalau ke depannya misalkan perang Amerika, Israel, dan Iran sudah mulai mereda, Selat Hormuz kembali normal," ujarnya.
"Kemudian komoditas bisa dihasilkan sesuai dengan kemampuan produksi rata-rata biasanya oleh negara-negara lain, bahkan kita bisa berswasembada energi, bisa swasembada pangan, swasembada air tercapai, tentu ini adalah masa-masa yang tentu ingin kita raih, ingin kita capai, dan kehidupan kita normal, dan tentu ke depannya kita bisa lebih baik," tandasnya.
Baca tanpa iklan