News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penghargaan Pertamina

Program Desa Energi Berdikari Pertamina Dapat Pengakuan Internasional lewat SEAL Awards

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DESA ENERGI BERDIKARI - Kelompok tani tambak Meurasse di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh, menunjukkan hasil panen dari tambak yang dikelola melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam program ini berhasil meningkatkan produktivitas tambak hingga 40 persen dan menambah pendapatan warga hingga Rp 6 sampai 8 juta per bulan.

TRIBUNNEWS.COM - PT Pertamina (Persero) meraih penghargaan internasional Sustainability, Environmental Achievement, and Leadership (SEAL) Awards 2026 untuk kategori Inisiatif Lingkungan.

Penghargaan tersebutdiraih bersama 23 perusahaan dunia lainnya, antara lain Aviva Plc, British Airways, CEMEX, General Motors, Lenovo, hingga Saudi Aramco.

Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas berbagai inisiatif nyata Pertamina di bidang lingkungan dan keberlanjutan, khususnya melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). 

Program ini menghadirkan solusi energi terbarukan yang membawa dampak langsung bagi ketahanan ekonomi dan adaptasi perubahan iklim di komunitas pedesaan.

Salah satu contoh keberhasilannya terlihat di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh.

Baca juga: Pertamina Gandeng POSCO International Jajaki Teknologi CCS hingga Hidrogen Biru

Melalui DEB, desa tersebut mendapat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kilowatt-peak (kWp) dengan baterai 10 kilowatt per jam (kWh) yang dimanfaatkan untuk aerator dan mesin pakan.

Energi ramah lingkungan ini berhasil meningkatkan produktivitas tambak hingga 40 persen dan menambah pendapatan warga hingga Rp 6 sampai 8 juta per bulan.

Ketangguhan program ini pun teruji saat bencana hidrometeorologi melanda Sumatera dan Aceh pada 2025. Meski udang dan ikan di tambak warga tersapu banjir, perangkat PLTS tetap beroperasi sehingga masyarakat dapat bangkit kembali menata ulang usahanya.

"Pascabanjir, kami sempat kehilangan segalanya. Berkat dukungan Program DEB Pertamina, kami bisa bangkit kembali, memulai usaha, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri," ungkap Muhrizal, local hero di Program Gampong Berdikari budi daya udang vaname di Desa Padang Sakti.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat desa sebagai penggerak perubahan hingga pemerintah daerah dan mitra lokal.

Baca juga: Pertamina dan INPEX Perkuat Kemitraan Pengembangan LNG Abadi Masela

"Apresiasi internasional ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak nyata, terutama dalam memperkuat resiliensi desa menghadapi dinamika global," ujar Baron.

Hingga saat ini, Pertamina telah membangun 252 DEB di seluruh Indonesia dengan 64 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa untuk pemerataan pembangunan. Selain mendorong kemandirian energi, sebanyak 156 DEB juga memproduksi 15,8 ribu ton bahan pangan beras dan 890,4 ton bahan pangan nonberas untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Baron menambahkan bahwa pemanfaatan energi baru terbarukan dalam program DEB terdiri dari panel surya, mikrohidro, biogas, dan energi terbarukan lainnya.

"Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tidak hanya memiliki ketahanan energi, tetapi juga penggerak aktivitas ekonomi," ungkapnya.

Ke depan, Pertamina berkomitmen memperluas inisiatif berbasis energi bersih dan pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan energi baru terbarukan ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini