News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Dubes Iran: Umat Islam Wajib Bersatu Hadapi Amerika-Israel

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi bertemu sejumlah tokoh Islam di kediaman mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Jakarta Selatan pada Jumat (3/4/2026). 

Pada momen itu, ia meminta masyarakat muslim untuk bersatu menghadapi peperangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS)-Israel ke negaranya.

Menurutnya, AS dan Israel telah merencanakan untuk memerangi umat Islam sejak 1.400 tahun yang lalu.

"Sebaiknya bagi umat Islam, wajib bagi umat Islam untuk bersatu supaya dapat menghadapi bersama-sama serangan-serangan, peperangan-peperangan yang dilancarkan oleh Zionis dan juga bersama Amerika," ujarnya kepada wartawan.

Boroujerdi menyebut, dukungan terhadap Iran ini bukan soal mazhab, melainkan soal martabat seluruh umat Islam.

"Saat ini masalahnya adalah bukan masalah Sunni dan Syiah, masalah Hanafi, Hambali dan mazhab-mazhab yang lain, Syafi'i. Namun masalahnya adalah masalah martabat umat Islam, martabat agama Islam," tuturnya.

Boroujerdi juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang berinisiatif menjadi mediator untuk meredam perang antara AS-Israel dengan Iran.

"Di sini saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang setelah orang Amerika-Israel melawan Iran, memiliki kesediaan, memiliki kesiapan, menyatakan kesediaannya untuk menjembatani bagi terwujudnya perdamaian untuk menjadi fasilitator dalam terciptanya perdamaian di wilayah tersebut," ungkapnya.

Warga AS Ingin Perang Segera Berakhir

Di sisi lain, mayoritas warga Amerika Serikat juga menginginkan konflik dengan Iran segera diakhiri, seiring meningkatnya kelelahan publik terhadap perang yang memasuki bulan kedua.

Survei yang dirilis Reuters dan Ipsos mencatat sekitar 66 persen warga Amerika mendukung percepatan akhir perang, bahkan jika tujuan militer belum sepenuhnya tercapai.

Sementara itu, survei Economist/YouGov menunjukkan 59 persen responden menentang perang secara keseluruhan, dengan hanya 28 persen yang menyatakan dukungan.

Baca juga: 5 Populer Internasional: Surat Terbuka Presiden Iran - 10 Inti Pidato Donald Trump

Hasil serupa juga terlihat dalam jajak pendapat AP-NORC, di mana 60 persen responden menilai tindakan militer Amerika Serikat telah melampaui batas. 

Data ini mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintah untuk segera mencari jalan keluar dari konflik.

Penentangan publik paling kuat terlihat pada rencana pengiriman pasukan darat ke Iran. 

Dalam ketiga survei tersebut, antara 62 hingga 76 persen responden menyatakan tidak setuju dengan langkah tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini